Krisis kesehatan Gaza semakin memburuk setelah serangan Israel menghancurkan gudang obat di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah. Krisis kesehatan Gaza kini memicu kelangkaan obat, memperburuk layanan medis, dan mengancam ribuan pasien yang masih bertahan hidup di tengah blokade berkepanjangan.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir Al-Bursh, menjelaskan bahwa lebih dari 53% obat esensial telah habis di rumah sakit dan pusat kesehatan. Selain itu, sekitar 59% bahan medis juga tidak tersedia. Bahkan, 22,5% peralatan laboratorium berhenti beroperasi karena kekurangan suku cadang.
Sementara itu, serangan terbaru menghancurkan gudang obat untuk pasien ginjal di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Sebelumnya, pasukan Israel juga menghancurkan dua gudang obat lainnya dan merusak dua fasilitas penyimpanan medis.
Kondisi lingkungan ikut memperburuk keadaan. Data pengawasan epidemi menunjukkan sekitar 28% penyakit di Gaza berkaitan dengan air yang tercemar. Air minum bercampur limbah di pusat-pusat pengungsian sehingga wabah penyakit semakin cepat menyebar.
Selain itu, blokade yang berlangsung terus menghambat masuknya obat, bahan medis, bahan bakar, dan oli untuk generator listrik rumah sakit. Akibatnya, kemampuan fasilitas kesehatan terus menurun. Lebih dari 1.500 pasien yang telah memiliki rujukan medis juga dilaporkan meninggal dunia karena tidak memperoleh izin keluar Gaza untuk menjalani pengobatan.
Munir Al-Bursh menegaskan bahwa agresi Israel saat ini bukan hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merampas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pengobatan. Oleh sebab itu, ia mendesak perlindungan terhadap gudang obat dan fasilitas kesehatan sesuai hukum humaniter internasional.
Sejak Oktober 2023, agresi genosida Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Sebagian besar infrastruktur sipil Gaza juga hancur. Dalam situasi tersebut, krisis kesehatan Gaza terus berkembang menjadi bencana kemanusiaan yang semakin sulit dikendalikan tanpa akses obat, bantuan medis, dan perlindungan terhadap layanan kesehatan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)