• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Memodifikasi Peta Silwan menjadi “Kota Daud”

by Adara Relief International
Maret 12, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Memodifikasi Peta Silwan menjadi “Kota Daud”

Israel Memodifikasi Peta Silwan menjadi “Kota Daud”

27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) pada Selasa (10/03) memperingatkan tentang perubahan peta yang baru-baru ini terjadi di situs web pemerintah kota pendudukan Israel di Yerusalem. Perubahan ini terkait dengan pengklasifikasian ulang sebagian kota Silwan dan penggabungannya ke lingkungan “Kota Daud”. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak sah.

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Pemerintah provinsi menjelaskan bahwa modifikasi tersebut menunjukkan perubahan dalam pembagian perencanaan oleh otoritas pendudukan di kota tersebut. Selain itu, perubahan ini juga mengindikasikan pengurangan luas wilayah Kota Silwan dan penggabungan kembali sebagian wilayahnya, terutama wilayah Wadi Hilweh. Wilayah tersebut tergabung ke dalam wilayah yang oleh otoritas pendudukan sebut sebagai “Kota Daud”. Mereka memperkirakan luasnya sekitar 333,76 dunum (3337,6 hektar).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa klasifikasi ini termasuk dalam rencana untuk mengubah sebagian kota menjadi zona wisata dan arkeologi yang dipimpin oleh proyek-proyek permukiman. Tindakan ini secara praktis menyebabkan penyusutan ruang kota Palestina di Silwan. Akibatnya, hal ini berdampak langsung pada perencanaan penggunaan lahan dan tingkat layanan kota terhadap penduduk, di samping dampaknya pada narasi sejarah dan warisan tempat tersebut.

Baca juga : “Israel Keluarkan Perintah Evakuasi dan Sita Rumah Warga di Silwan“

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa pembagian atau “batas kota” yang Israel berlakukan di Al-Quds adalah tindakan sepihak dan ilegal. Tindakan tersebut bertujuan untuk membentuk kembali ruang spasial dan demografis di Al-Quds bagian timur dengan cara yang menguntungkan proyek-proyek permukiman.

Langkah-langkah ini juga mencerminkan jalur restrukturisasi spasial dan politik yang lebih dalam di kota tersebut. Ini terjadi melalui pendefinisian ulang lingkungan dan menghubungkannya dengan kerangka warisan dan arkeologi yang mendukung narasi permukiman. Tindakan tersebut terjadi terutama di daerah-daerah yang terhubung dengan Kota Tua Al-Quds dan sekitar Masjid Al-Aqsa, serta area yang Israel sebut “Cekungan Suci”.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa Silwan adalah salah satu kota Palestina tertua di Al-Quds yang terletak tepat di selatan Masjid Al-Aqsa. Sejarahnya berawal dari ribuan tahun yang lalu, membuat kota ini menjadi salah satu inti sejarah.

Kota itu terkenal karena perannya dalam melindungi perluasan selatan Kota Tua, sehingga dijuluki “Pelindung Al-Quds”. Akan tetapi, sejak pendudukan Al-Quds pada 1967, kota itu telah menjadi sasaran yahudisasi berkelanjutan. Tindakan tersebut bertujuan untuk mengubah karakter demografis dan geografisnya, melalui perebutan tanah dan rumah untuk kepentingan asosiasi pemukim.

Luas wilayah Silwan sebelum pendudukan pada 1967 mencapai sekitar 5.640 dunum. Namun, penyitaan dan permukiman menyebabkan pengurangan luas wilayah tersebut. Ini terjadi karena penyitaan sebagian besar lahannya dan pembangunan proyek permukiman di atasnya.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa asosiasi pemukim menargetkan kota tersebut dengan proyek arkeologi dan pariwisata sebagai kedok untuk mengendalikan tanah dan memaksakan narasi alkitabiah yang mereka klaim seputar “Kota Daud”.

Pemerintah Provinsi Al-Quds menegaskan bahwa semua tindakan Israel di kota itu tidak sah dan ilegal menurut hukum internasional. Mereka tidak akan memberikan hak apa pun kepada pendudukan di Al-Quds, terlepas dari besar atau kedalaman tindakan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa tindakan yang menargetkan Al-Quds dan situs-situs suci Islam dan Kristen di sana termasuk dalam kategori kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut tidak akan berhasil mematahkan keteguhan hati warga Al-Quds atau mencabut mereka dari tanah mereka. Sebab, mereka tetap terus berkomitmen pada hak mereka atas kota mereka dan identitas sejarah serta nasional mereka.

Sumber: Palinfo

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Lakukan 122 Kejahatan Terhadap Jurnalis Sepanjang Februari

Next Post

Puluhan Perempuan Unjuk Rasa di Tulkarem untuk Mendukung Perempuan Tawanan

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
28

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
24
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
20
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
17
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
20
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Puluhan Perempuan Unjuk Rasa di Tulkarem untuk Mendukung Perempuan Tawanan

Puluhan Perempuan Unjuk Rasa di Tulkarem untuk Mendukung Perempuan Tawanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630