Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron) kembali ditutup bagi jemaah muslim pada 20–21 September 2026. Penutupan tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan Yom Kippur dan menjadi penutupan besar kedua dalam waktu kurang dari sepekan.
Israel menutup seluruh Masjid Ibrahimi bagi umat Islam mulai Minggu pukul 15.00. Penutupan berlangsung hingga Senin (21/9), sementara lokasi tersebut Israel alokasikan untuk ibadah Yahudi.
Beberapa hari sebelumnya, pasukan Israel juga menutup Masjid Ibrahimi pada Rabu dan Kamis. Mereka memperketat langkah militer di Kota Tua Al-Khalil dan sekitar Masjid Ibrahimi.
Baca juga: Israel Siapkan Operasi Darat Baru di Jalur Gaza
Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina mengecam penutupan tersebut dan menyebut hal tersebut mengganggu kebebasan beribadah. Kementrian juga meminta lembaga internasional melindungi akses umat Islam untuk beribadah di Masjid Ibrahimi.
Direktur Masjid Ibrahimi, Mutaz Abu Sneineh, menyebut penutupan tersebut sebagai bagian dari eskalasi berkelanjutan. Ia juga memperingatkan adanya upaya mengambil alih bagian masjid yang masih digunakan.
Pembatasan juga berdampak pada kehidupan warga sekitar. Penutupan pos pemeriksaan dan gerbang elektronik membatasi pergerakan warga dan mengganggu akses warga menuju pasar di Kota Tua Al-Khalil.
Selain itu, pembatasan tersebut turut menghentikan kegiatan belajar di Sekolah Dasar Putra Ibrahimiyah. Kegiatan belajar di Sekolah Dasar Putri Al-Fayhaa juga ikut terganggu.
Kementerian Wakaf mencatat otoritas Israel mencegah azan berkumandang di Masjid Ibrahimi sebanyak 155 kali sepanjang Agustus 2026. Penutupan saat hari raya Yahudi menambah pembatasan yang sudah berlangsung terhadap jemaah muslim.
Sumber: Palinfo








