JAKARTA — Adara Relief International turut mengawal pelepasan delegasi Indonesia menuju Turki dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 (GSF 2.0) untuk menembus blokade Gaza. Dalam kesempatan ini, Adara diwakili oleh Maryam Rachmayani (Direktur Utama) serta Latifah Hariawati (Direktur Program).

Keduanya merupakan alumni Global Sumud Flotilla 2025 serta pengurus Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Oleh karena itu, kehadiran Maryam dan Latifah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperjuangkan Palestina melalui misi kemanusiaan global.
Pelepasan Kontingen Tahap Ke-3 Global Sumud Flotilla
Sebelumnya, Indonesia telah mengirim dua delegasi, Maimon Herawati dan Chiki Fawzi yang berlayar dari Barcelona, Spanyol. Tak hanya itu, Wanda Hamidah juga berangkat ke Brussels, Belgia untuk mengikuti Global Sumud Parliamentary Congress.
Tahap kedua, Indonesia kembali mengirim delegasi untuk kongres parlemen. Terdiri dari Prof. Sudarnoto, Feri Amsari, Arif Rahmadi Haryono, Prof. Heru Susetyo, dan Gustika Yusuf Hatta.
Jajaran Steering Commitee dan Sekretariat Nasional GPCI turut meramaikan pelepasan ini. “Insya Allah hari ini kita akan memberangkatkan 11 delegasi ke Turki, terdiri dari 5 general participant dan 6 awak media,” tutur Jajang Nurjaman, Anggota Steering Commitee GPCI.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GSF 2.0 ini bukan hanya tentang perjalanan laut, tetapi juga tentang menggerakkan perhatian dunia terhadap penjajahan dan kejahatan yang terus terjadi di Palestina.
Langkah Nyata Indonesia untuk Mendesak Terbukanya Koridor Kemanusiaan
Herman Budianto Sudarsono, salah seorang delegasi yang berlayar dari Turki menyampaikan bahwa misi ini merupakan panggilan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa blokade Gaza mendorong mereka untuk bertindak.
“Palestina sangat membutuhkan perhatian kita semua, dan kita sesama masyarakat merdeka memiliki tanggung jawab internasional untuk memperjuangkan Palestina,” tutur Bambang Nuroyono.
Irvan Nugraha, Anggota Steering Commitee GPCI turut menegaskan bahwa keberangkatan ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk menembus blokade Gaza. Ia berharap langkah ini dapat menjadi awal terbukanya koridor kemanusiaan.
“Setelah tahun lalu kita telah ikut dalam Global Sumud Flotilla, kini kita kembali berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Semoga misi ini berjalan lancar dan berhasil,” ujar Maryam.
Partisipasi Adara dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 menegaskan komitmen untuk terus berada di garis depan perjuangan kemanusiaan. Semoga upaya ini dapat membuka akses bantuan sekaligus memperkuat suara dunia untuk Palestina.








