JAKARTA — Adara menghadiri agenda Soft-Launching Headquarter Asia-Pacific for Al-Quds & Palestine (ASPAC) pada Rabu (15/4) di Aula Lantai 4, Gedung DMI Pusat, Matraman, Jakarta. Sejumlah tokoh, lembaga kemanusiaan, ulama, serta perwakilan delegasi internasional ASPAC menghadiri agenda ini.
Maryam Rachmayani sebagai Direktur Utama turut serta mewakili Adara dalam agenda ini. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya mendukung kolaborasi Asia Pasifik untuk perjuangan Al-Aqsa dan Palestina.
Piagam Jakarta: Komitmen Asia Pasifik untuk Palestina

Puncak agenda ini meliputi penandatanganan Piagam Jakarta sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat perjuangan Palestina di kawasan Asia Pasifik. Penandatanganan ini melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dewan penasehat, struktur Headquarter, lembaga kemanusiaan, serta media massa.

Maryam Rachmayani turut serta menandatangani piagam tersebut. “Semoga koalisi ini dapat berupaya maksimal untuk perjuangan Palestina di lingkup Asia Pasifik,” tutur Maryam.
Piagam ini menjadi simbol komitmen untuk memperkuat sinergi, memperluas advokasi, serta menghadirkan langkah nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Pentingnya Headquarter dalam Menguatkan Gerakan Asia Pasifik untuk Palestina
Dr. Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI memulai agenda ini dengan sambutan. “Masyarakat Indonesia sebagai umat muslim terbesar memegang peran penting untuk memperjuangkan Palestina,” tegasnya. Ia turut menyebutkan bahwa kekuatan umat dan dukungan global akan menjadi kunci dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Launching Headquarter hari ini menjadi langkah konkrit dari Asia Pasifik untuk Palestina pasca kelanjutan Asia Pasific Conference di Istanbul lalu,” ungkap Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua SC Headquarter (HQ).
“Gaza adalah jantung Timur Tengah. Semua yang terjadi di Timur Tengah hari ini karena Gaza,” tegas Ahmed Attawna, perwakilan Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP).
Attawna turut memaparkan bahwa Konferensi Asia Pasifik di Istanbul lalu menegaskan pentingnya proyek Headquarter ini. “Kita akan berfokus ke berbagai sektor, seperti perempuan, pemimpin, serta pemuda. Kemudian, kita akan berkolaborasi dengan serikat pekerja, dokter, dan teknisi. Kita semua akan bekerja sama dalam payung Asia Pasifik,” imbuhnya.
Headquarter Asia-Pacific for Al-Quds & Palestine: Pusat Koordinasi Perjuangan Palestina Lingkup Asia Pasifik

Kemudian, Irvan Nugraha (Executive Director Headquarter) memaparkan visi misi dan struktur tata kelola. Pembentukan pusat koordinasi ini berawal dari gagasan akan pentingnya mengintegrasikan gerakan dari setiap lembaga filantropi dan rakyat sipil untuk Palestina.
Headquarter ini mengusung lima pilar utama, yaitu konsolidasi multisektor, advokasi moral dan intelektual, tata kelola kemanusiaan, edukasi strategis, serta integrasi jaringan global. Dengan pendekatan ini, gerakan diharapkan tidak lagi berjalan sporadis, melainkan terkoordinasi dan berdampak luas.
Headquarter ini akan berfungsi sebagai pusat kolaborasi lintas sektor, mulai dari masyarakat sipil, parlemen, akademisi, hingga media.
Dalam 100 hari pertama, tim menargetkan penguatan legalitas serta aktivasi jaringan di lima negara kawasan Asia Pasifik. “Utamanya, Headquarter ini bertujuan untuk membuka koridor kemanusiaan untuk Gaza,” tegas Irvan.







