ADARA — Adara Relief International turut menjadi narasumber dalam talkshow Indonesia Leaders Talk, Francesca Albanese: Jalan Terjal Menuju Palestina. Bertema “Mengangkat Keberanian Francesca Albanese dalam Menyuarakan dan Membela Palestina”, diskusi ini disiarkan secara langsung melalui YouTube pada Jumat (17/4).
Forum ini menyoroti peran Francesca Albanese sebagai Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina. Ia dikenal aktif mengungkap berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel melalui laporan berbasis data dan fakta di lapangan.
Dalam agenda ini, Maryam Rachmayani hadir sebagai perwakilan lembaga kemanusiaan. Ia turut menyoroti kondisi terkini Palestina yang semakin memprihatinkan, mulai dari penutupan Masjid Al-Aqsa, ancaman terhadap tawanan Palestina, hingga eskalasi agresi yang terus berlanjut. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi suara publik agar perhatian dunia tidak berpaling dari Gaza.
Peran Francesca Albanese dalam Menyuarakan Keadilan untuk Palestina

Francesca sebagai Reporter Khusus di Palestina bertugas untuk menganalisis genosida Israel di Gaza dari aspek hukum dan mempublikasikannya sebagai laporan yang komprehensif.
Laporan tersebut membuka fakta tentang praktik genosida yang berlangsung secara sistematis. Selain itu, laporan ini mendorong dunia internasional untuk melihat kondisi Palestina secara lebih objektif dan transparan.
Sejalan dengan itu, Prof. Yon Machmudi menegaskan bahwa keberanian Francesca Albanese menjadi kunci dalam membongkar pelanggaran yang selama ini tertutup.
Sementara itu, Mardani Ali Sera menambahkan bahwa laporan tersebut memiliki kekuatan besar karena disusun langsung dari temuan lapangan dan telah memicu respons global, meski mendapat tekanan dari berbagai pihak.
Urgensi Kondisi Palestina di Tengah Eskalasi Global

Selanjutnya, para narasumber menyoroti bahwa situasi Palestina tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan dinamika geopolitik global. Konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah berpotensi mengalihkan perhatian dunia dari krisis kemanusiaan di Gaza.
Prof. Yon menjelaskan bahwa agresi yang terus berlangsung menunjukkan adanya pola sistematis yang harus segera direspons secara global. Oleh karena itu, ia mendorong Indonesia untuk memanfaatkan posisi strategisnya di tingkat internasional guna memperkuat advokasi Palestina.
Di sisi lain, Maryam menegaskan bahwa kondisi di Gaza justru semakin memburuk di tengah konflik yang meluas. Ia menyoroti menurunnya perhatian publik yang berdampak pada peran lembaga kemanusiaan dalam menjaga keberlanjutan bantuan.
Peran Filantropi: Saatnya Bersatu untuk Palestina

Dalam forum ini, Maryam juga menekankan pentingnya peran lembaga filantropi dalam menjaga keberlanjutan dukungan untuk Palestina. Ia mendorong seluruh organisasi kemanusiaan untuk bersatu dalam menyuarakan isu Palestina secara konsisten.
Selain itu, kolaborasi antar lembaga menjadi kunci untuk menjaga perhatian publik, terutama di tengah arus informasi global yang cepat berubah. Melalui narasi yang kuat dan terkoordinasi, isu Palestina akan tetap hadir di ruang publik.
“Seluruh filantropi perlu bersatu untuk terus mengangkat isu kemanusiaan ini, agar masyarakat tetap tergerak untuk membantu, baik melalui suara maupun kontribusi nyata,” tegas Maryam.
Melalui forum Indonesia Leaders Talk ini, Adara menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam advokasi, edukasi, dan aksi kemanusiaan bagi Palestina, serta mengajak masyarakat untuk tetap konsisten dalam mendukung perjuangan ini.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)