• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Mei 31, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home A

Jejak Indonesia dalam Global Sumud Flotilla 2026

Perjalanan Global Peace Convoy Indonesia untuk mendobrak blokade Gaza

by Marketing Communication
Mei 31, 2026
in A, Activities, Kegiatan
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Penyambutan aktivis Indonesia dari misi Global Sumud Flotilla 2026 di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (24/5).

Penyambutan aktivis Indonesia dari misi Global Sumud Flotilla 2026 di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (24/5).

16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

JAKARTA — Masyarakat sipil dunia kembali bergerak menembus blokade Israel untuk membuka koridor bantuan kemanusiaan melalui Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Indonesia menjadi salah satu negara yang terlibat aktif dalam gerakan ini melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Pada misi ini, Indonesia tidak hanya mengirimkan delegasi, tetapi juga turut berpartisipasi dalam berbagai tahapan. Mulai dari persiapan serta pengawasan armada, konsolidasi internasional, konvoi laut, dan konvoi darat. Tak hanya itu, GPCI turut mengirim 3 kapal hasil urunan dari warga Indonesia.

Launching Global Sumud Flotilla 2.0 (26/2).
Launching Global Sumud Flotilla 2.0 (26/2).

Keterlibatan Indonesia dalam misi ini bermula dari Launching Global Sumud Flotilla 2.0 pada (26/2), yang mempertemukan berbagai lembaga kemanusiaan, aktivis, tokoh masyarakat, dan relawan yang ingin mengambil bagian dalam misi solidaritas global untuk Palestina.

Persiapan semakin matang ketika Indonesia turut terlibat dalam jajaran Steering Committee GSF melalui Maimon Herawati yang juga menjadi Koordinator GPCI.

Keterlibatan tersebut turut membuka ruang bagi relawan Indonesia untuk bergabung dalam armada. Juga, memastikan jurnalis Indonesia dapat ikut serta dalam pelayaran, guna mendokumentasikan perjalanan dan menyuarakan kondisi Gaza kepada dunia.

Sebagai alumni GSF 2025, Adara juga terlibat aktif dalam forum GPCI. Maryam Rachmayani (Direktur Utama) sebagai Dewan Pengarah, Latifah Hariawati sebagai anggota, serta tim Marcomm yang juga masuk dalam tim media internal GPCI.

Liberation Lab dan Brussels Declaration

Sebelum armada bergerak menuju Gaza, berbagai tokoh dunia terlebih dahulu menyatukan suara melalui konsolidasi internasional.

Maimon turut menjadi pembicara dalam Liberation Lab.
Maimon turut menjadi pembicara dalam Liberation Lab.

Liberation Lab pada 10-11 April di Barcelona menjadi bagian dari Global Sumud Flotilla 2026 Launch yang mengawali rangkaian misi. Forum ini mempertemukan berbagai influencer dunia, dengan Maimon Herawati, Wanda Hamidah, Husein Gaza, Adhin, serta Chiki Fawzi mewakili influencer Indonesia.

Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia.
Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia (22/4).

Berikutnya, Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia (22/4). Forum ini mempertemukan ratusan peserta dari 100 negara untuk membahas langkah konkrit untuk Palestina.

Maimon Herawati, Wanda Hamidah, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Feri Amsari, Arif Rahmadi Haryono, Prof. Heru Susetyo, serta Gustika Yusuf Hatta mewakili Indonesia pada forum ini.

Kongres ini kemudian menghasilkan Brussels Declaration. Deklarasi ini menyerukan perlindungan bagi aktor kemanusiaan, pembukaan akses bantuan, perlindungan terhadap rakyat Palestina, serta akuntabilitas atas berbagai pelanggaran hukum internasional yang terjadi di Palestina.

Tanda tangani dukungan untuk Brussels Declaration di sini.

Sea Convoy

Setelah melalui berbagai tahap persiapan, armada laut Global Sumud Flotilla mulai bergerak dari sejumlah pelabuhan di Eropa. Gelombang pertama sebanyak 20 Kapal Thousand Madleens to Gaza berangkat dari Marseille, Prancis (4/4).

Selanjutnya, 70 armada bergerak dari Barcelona (12/4), dengan Maimon Herawati dan Chiki Fawzi turut berlayar. Selanjutnya, 56 armada bergerak dari Italia (26/4). Pada 29-30 April, Israel membajak puluhan kapal dan menculik aktivis di dekat perairan Crete, Yunani.

Namun, misi tak berhenti sampai di sini. Sebanyak 54 armada kembali berlayar dari Pelabuhan Albatros, Marmaris, Turki (16/5), dengan 9 WNI ikut serta, terdiri dari 5 relawan kemanusiaan dan 4 jurnalis.

Aktivis yang berlayar meliputi: Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu yang berada di Kapal Zapyro; Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef; Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1; Bambang Noroyono di Kapal BoraLize; Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk. Sementara itu, Maimon dan Chiki berada di Turki untuk memantau jalannya misi.

Pada 18–19 Mei 2026, seluruh armada GSF diintersep oleh militer Israel di perairan internasional. Sedikitnya 5 kapal mengalami serangan, sementara 68 kapal dibajak dan 428 aktivis dari 40 negara diculik militer Israel.

Para aktivis kemudian dipindahkan ke kapal tahanan lalu dibawa ke Penjara Ketziot. Selama masa penahanan, aktivis mengalami tindakan kekerasan, intimidasi, perlakuan tidak manusiawi, hingga pelecehan seksual.

Sejak awal, Global Sumud Flotilla telah menyiapkan mekanisme koordinasi darurat. Melalui jaringan hukum internasional, sesampainya di Ashdod para aktivis segera mendapatkan pendampingan hukum dari tim Adalah.

Bertemu Sugiono, Menteri Luar Negeri RI
Audiensi dengan Komisi I DPR RI
Audiensi dengan Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI.

Forum dengan MUI
Liputan di Berita Satu
Liputan di Berita Satu

Liputan di TV One

Sementara itu, GPCI terus mengawal proses pembebasan para aktivis melalui koordinasi dengan pemerintah Indonesia. Dewan Pengarah melakukan audiensi dengan MUI, MPR, Komisi I DPR RI, DTT Kemlu, serta Menlu. Mereka juga aktif menjadi narasumber berbagai media untuk memastikan kasus penculikan aktivis Global Sumud Flotilla terus mendapat perhatian publik dan mendorong pemerintah mengambil langkah konkret untuk pembebasan.

Setelah aktivis GSF bebas, Pemerintah Turki kemudian membantu proses pemulangan para delegasi dengan menyediakan tiga pesawat menuju Istanbul. Setibanya di Istanbul (21/5), aktivis menjalani pemeriksaan kesehatan, pendampingan hukum, dan proses kepulangan ke negara masing-masing.

Aktivis dan Jurnalis Global Sumud Flotilla saat tiba di Soetta. (Agus Priatna/SinPo.id)

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Indonesia membelikan tiket pulang dan turut menyambut kedatangan para aktivis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta (24/5).

Land Convoy

Selain armada laut, terdapat pula armada darat yang berkolaborasi dengan Maghreb Sumud Organisation dari Afrika Utara. Armada ini terdiri dari 7 ambulans, 10 truk bantuan kemanusiaan, dan 20 mobile homes. Sebanyak 200 partisipan dari 25+ negara ikut serta dalam konvoi ini, terdiri dari doktor, jurnalis, engineer, humanitarian specialists, volunteer.

Indonesia kembali ambil bagian dari misi ini, dengan mengirim Rikar Tayusani, Hakam Ahmad, Diki Taufik, Zayyin Ahmad, Syukron Nurhadi, Yahya Ayyasy, dan Imam Alfaruq.

Misi ini berangkat dari Libya (16/5) menuju Mesir untuk menembus Gaza melalui Perbatasan Rafah. Namun perjalanan tersebut menghadapi hambatan serius ketika rombongan tertahan di wilayah Sirte, Libya (17/5).

Baca Juga

Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Roadshow Kepalestinaan Adara di Jepang Jangkau Diaspora Indonesia dari Osaka hingga Sapporo

Sebanyak 10 delegasi pun pergi untuk melakukan negosiasi dengan otoritas Libya Timur (24/5). Mereka meminta otoritas setempat untuk mengawal bantuan kemanusiaan dari armada konvoi, serta meminta jaminan keamanan izin melintas dan jaminan keamanan terhadap tenaga medis.

Namun, upaya negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil, bahkan 10 delegasi tersebut diculik dan hingga saat ini masih belum dibebaskan.

Beberapa hari kemudian, aparat keamanan mendatangi kamp, melakukan serangan fisik dan psikis, serta membubarkan paksa kamp konvoi dan memulangkan para peserta.

Relawan Indonesia dalam misi Land Convoy telah bersama KBRI Tripoli (27/5).
Relawan Indonesia dalam misi Land Convoy telah bersama KBRI Tripoli (27/5).

Dengan dukungan KBRI Tripoli dan Kementerian Luar Negeri RI, para relawan Indonesia akhirnya dapat kembali ke tanah air dengan selamat (29/5).

Relawan Indonesia dalam misi Land Convoy telah kembali ke tanah air (29/5).
Relawan Indonesia dalam misi Land Convoy telah kembali ke tanah air (29/5).

Perjuangan Belum Selesai

Meskipun telah mengalami berbagai intimidasi dan serangan, relawan GSF selalu menekankan bahwa semua yang mereka alami hanyalah secuil dari apa yang telah dialami rakyat Palestina selama puluhan tahun.

Jika terhadap relawan internasional yang mendapat perlindungan hukum dari negara asalnya saja masih mengalami tindakan kekerasan, maka bagaimana dengan rakyat Palestina yang tidak mendapat kepastian hukum? Blokade masih berlangsung, wilayah Gaza terus menyusut, dan lebih dari 9.600 warga Palestina masih mendekam di Penjara Israel.

Maka, apakah misi ini berhasil? Ya.

Global Sumud Flotilla mungkin belum berhasil mencapai Gaza. Namun misi ini berhasil mendobrak keheningan dunia terhadap blokade, pendudukan, dan berbagai pelanggaran Israel terhadap bangsa Palestina.

Sebagai tindak lanjut, Global Sumud Flotilla telah mengajukan laporan resmi kepada International Criminal Court (ICC) (30/5) yang menggugat para komandan militer Israel dan para pemimpin politik tingkat tinggi telah melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, serta tindakan yang berkaitan kejahatan genosida.

Tindak pidana dalam gugatan tersebut bermula dari pelanggaran hukum internasional atas intersepsi kapal-kapal Global Sumud Flotilla, yang melibatkan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter pada relawan sipil tak bersenjata oleh IOF.

Perjuangan ini belum selesai. Namun melalui Global Sumud Flotilla, masyarakat sipil dunia telah melihat langsung realitas yang selama ini dialami rakyat Palestina. Misi ini juga menunjukkan bahwa suara solidaritas tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.

Tags: global peace convoy indonesiaglobal sumud flotillaGPCIgsfLand ConvoySea Convoy
ShareTweetSendShare
Previous Post

Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Marketing Communication

Marketing Communication

Related Posts

Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla
A

Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

by Marketing Communication
Mei 28, 2026
0
46

ADARA — Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) kembali menjadi perhatian publik setelah armada sipil yang membawa bantuan untuk Gaza...

Read moreDetails
Kajian kepalestinaan oleh Syekh Fayez dan Ustadzah Maryam dalam rangkaian roadshow Jepang yang berlangsung dari 4–10 Mei 2026.

Roadshow Kepalestinaan Adara di Jepang Jangkau Diaspora Indonesia dari Osaka hingga Sapporo

Mei 25, 2026
41
Anak yatim Gaza dalam Temu Kangen Dekap Yatim Palestina, Kamis (21/5).

Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

Mei 24, 2026
136
Konsolidasi Ormas dan Filantropi Islam atas Penculikan WNI oleh Zionis Israel dalam misi Global Sumud Flotilla di Aula Buya Hamka, MUI Pusat, Jakarta, Selasa (20/5).

MUI Kecam Penculikan WNI di Global Sumud Flotilla, Desak Pemerintah Segera Bebaskan Para Aktivis Kemanusiaan

Mei 22, 2026
27
Webinar Fiqih Qurban bertajuk 101 Masalah Fiqih Qurban Kontemporer pada Sabtu (2/5) melalui Zoom Meeting dan YouTube

Ustadz Nur Fajri Jabarkan 101 Masalah Fiqih Qurban Kontemporer

Mei 2, 2026
87
Pelepasan Delegasi Indonesia Global Peace Convoy Indonesia ke Turki untuk GSF 2.0 pada Selasa (28/4).

Delegasi Indonesia Bertolak ke Turki untuk Misi Global Sumud Flotilla 2.0 (GSF 2.0)

April 30, 2026
66

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630