BOGOR – Adara mengirimkan dua perwakilannya, Nurul Fitriani selaku Ketua Divisi Penyaluran dan Fathimah Nurus Saadah selaku Ketua Divisi Marketing Communication, untuk mengikuti pelatihan Manajemen Bencana Berpola Klasikal yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adara mengikuti pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas lembaga dalam menghadapi situasi kebencanaan. Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari mitigasi hingga transisi menuju pemulihan pascabencana.
“Pelatihan ini sangat penting bagi kami sebagai NGO, terutama pada fase pascabencana. NGO berfungsi dalam membuka peluang baru untuk menghimpun bantuan, baik dalam skala nasional maupun internasional,” ujar Nurul Fitriani.
Sebagai mitra strategis BNPB, NGO berperan aktif dalam mendukung proses transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Kesadaran ini mendorong Adara untuk terus meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap manajemen bencana di Indonesia.

Ke depan, Adara menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih sigap dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan di wilayah terdampak bencana. Adara tidak hanya merespons bencana alam seperti yang terjadi di Aceh dan sekitarnya, tetapi juga bencana sosial seperti krisis kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina.
Dalam respons terbarunya di Aceh, Adara menyalurkan bantuan berupa peralatan kebersihan untuk ibu dan anak serta paket sembako. Perlengkapan kebersihan tersebut disalurkan ke Desa Pante Kera dan Desa Batu Sumbang di Aceh Timur dan menjangkau 286 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, Adara juga menyalurkan bantuan sembako ke beberapa wilayah di Aceh, termasuk Kecamatan Bener Meriah, Kecamatan Bantayan di Aceh Utara, serta Aceh Tamiang. Program ini telah menjangkau sebanyak 1.587 penerima manfaat.








