JAKARTA-Genosida yang berlangsung selama dua tahun lebih telah membuat jutaan anak dan remaja di Gaza menderita darurat kesehatan mental. Serangan yang terjadi terus menerus, ditambah dengan sulitnya kondisi sehari-hari telah menumpuk kecemasan dan trauma dalam tubuh kecil mereka. Namun, pada 15 dan 16 Maret 2026, untuk sejenak mereka bisa melupakan hal tersebut dengan hadiah dari Sahabat Adara. Menjelang Idul Fitri, Sahabat Adara mengirimkan hadiah Hari Raya yang memberi manfaat bagi 200 anak di Al-Rimal, Kota Gaza.

Badan PBB untuk kesehatan seksual dan reproduksi (UNFPA) menyebutkan bahwa lebih dari satu juta anak di Gaza membutuhkan layanan mental dan psikososial. Hal ini merupakan akibat dari agresi yang berlangsung selama dua tahun lebih, ditambah dengan pengungsian yang tidak pernah berhenti. 96 persen anak merasa bahwa kematian mereka sudah dekat, mencerminkan dalamnya rasa takut dan trauma yang mereka hadapi setiap hari.
Di kalangan remaja, dampak psikologisnya tidak lebih baik. Sekitar 61 persen menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD), 38 persen menderita depresi, dan 41 persen menderita kecemasan. Tak sedikit remaja yang kini putus sekolah dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah kesulitan. Banyak juga yang terpaksa mengambil peran sebagai ayah dan ibu bagi adik-adiknya karena orang tua mereka meninggal akibat serangan.

Di tengah kerasnya kehidupan yang menghantam anak-anak Gaza, hadiah Hari Raya dari Sahabat Adara mengingatkan kembali bahwa mereka tetaplah anak-anak. Pada 15 dan 16 Maret 2026, hadiah Hari Raya dari Sahabat Adara telah tiba di Gaza. Hadiah berupa pakaian baru ini telah menghibur hati 200 anak di Al-Rimal, Kota Gaza.


Di tengah kesulitan dan kekurangan, anak-anak Gaza akhirnya dapat merasakan kebahagiaan pada Idul Fitri tahun ini. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah mengembalikan mereka ke dunia kanak-kanak yang seharusnya mereka jalani.








