JAKARTA-Genosida Israel telah menimbulkan dampak yang menghancurkan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian telah meninggalkan trauma mendalam bagi perempuan dan anak-anak Gaza. Oleh sebab itu, pada 11 dan 14 Maret 2026, Sahabat Adara mengirimkan hadiah untuk menghibur hati mereka. Hadiah Hari Raya yang Sahabat Adara kirimkan telah memberi manfaat bagi 68 ibu dan 70 anak di Khan Younis.

Statistik resmi Gaza menunjukkan bahwa 47.019 perempuan di Gaza kini telah menjadi janda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.370 kehilangan suami mereka selama genosida. Kehilangan kepala keluarga merupakan hal yang sangat mengguncang bagi para perempuan di Gaza. Para perempuan terpaksa mengambil alih peran sebagai pencari nafkah sekaligus seorang ibu dalam satu waktu, dan itu bukanlah hal yang mudah.
Direktur Pusat Informasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan Palestina juga menyampaikan bahwa genosida Israel menyebabkan lebih dari 57.000 anak menjadi yatim piatu. Dari jumlah tersebut, 49.000 kehilangan ayah mereka, 5.000 kehilangan ibu mereka, dan 3.000 kehilangan kedua orang tua mereka. Akibatnya, anak-anak ini terpaksa bekerja sejak usia belia, bahkan banyak yang harus sambil mengasuh saudara-saudara mereka yang masih kecil.

Kehilangan orang-orang tercinta dan terpaksa mengungsi terus menerus telah menjadi tekanan bagi mental perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza. Oleh sebab itu, menjelang Idul Fitri, Sahabat Adara mengirimkan hadiah Hari Raya untuk menghibur mereka. Pada 11 dan 14 Maret 2026, hadiah Hari Raya untuk perempuan dan anak-anak telah tiba di Gaza. Hadiah ini berupa pakaian baru untuk mereka kenakan saat Idul Fitri. Hadiah Hari Raya yang Sahabat Adara kirimkan telah memberi manfaat bagi 68 ibu dan 70 anak di Khan Younis.


Di tengah rangkaian serangan, pengungsian, dan kehilangan yang seolah tak pernah berhenti, hadiah dari Sahabat Adara telah menjadi penyejuk hati bagi mereka. Terima kasih Sahabat Adara, hadiah Hari Raya darimu telah mengukir kembali senyum di wajah puluhan anak dan perempuan di Jalur Gaza.








