Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara menghentikan sementara seluruh operasionalnya pada Kamis (3/9). Keputusan ini pihak rumah sakit ambil setelah kendaraan militer Israel bergerak mendekati fasilitas medis tersebut.
Pihak rumah sakit mengatakan operasional terpaksa mereka hentikan selama satu hari demi melindungi tenaga medis, pasien, dan pengunjung. Selain itu, para pegawai rumah sakit juga sempat mereka minta untuk segera mengevakuasi diri dari area RS menyusul suara tembakan yang terdengar di sekitar bangunan rumah sakit.
Sementara itu, dua warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel di Beit Lahia, Gaza utara. Salah satu korban teridentifikasi sebagai Aed Mohammed Salama, anak laki-laki berusia 13 tahun. Korban lainnya sebagai Hisham Hani Subh. Keduanya terkena tembakan Israel di sekitar Sekolah Khalifa.
Menurut laporan Palestina, kendaraan militer Israel bergerak di sekitar Masjid Al-Ribat saat insiden tersebut terjadi. Beberapa warga Palestina lainnya juga mengalami luka-luka.
Situasi serupa terjadi di wilayah Gaza lainnya. Di Khan Younis, tembakan Israel menyasar area dekat sebuah pemakaman. Tembakan tersebut bahkan mencapai tenda-tenda warga Palestina yang mengungsi. Helikopter Israel juga dilaporkan beroperasi dan melepaskan tembakan di bagian timur kota.
Di Gaza tengah, artileri Israel dilaporkan menghantam wilayah barat laut kamp pengungsi Al-Bureij. Tembakan kendaraan militer juga terdengar di timur kawasan Al-Da’wa.
Tindakan militer yang menyasar langsung fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Kamal Adwan ini menunjukkan ancaman terhadap sektor kesehatan. Padahal, hukum humaniter internasional memberikan perlindungan khusus bagi fasilitas medis. Berbagai rangkaian insiden penyerangan tersebut dinilai oleh pihak berwenang Palestina sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap komitmen gencatan senjata yang tengah diupayakan di Gaza.
Sumber: MEMO








