Krisis lingkungan dan kesehatan di Jalur Gaza telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul keruntuhan total pada sistem pengolahan air limbah. Otoritas Air Palestina mengumumkan pada Rabu (02/09) bahwa sekitar 55.000 meter kubik limbah mentah kini terpaksa dibuang setiap harinya ke lingkungan sekitar tanpa melalui proses penyaringan maupun sterilisasi.
Dari total volume limbah tersebut, sebanyak 40.000 meter kubik dipompa secara langsung ke perairan laut, sementara 15.000 meter kubik lainnya mengalir bebas mencemari lingkungan daratan akibat kebocoran dari tangki septik serta jaringan pipa pembuangan yang hancur.
Sistem pembuangan limbah runtuh
Otoritas Air mengatakan bahwa kelima instalasi pengolahan air limbah utama Gaza tidak beroperasi. Hanya ada 18 stasiun pompa yang berfungsi sebagian dari sekitar 74 stasiun yang berfungsi sebelum krisis.
Persentase penduduk Gaza yang terlayani oleh jaringan pembuangan limbah juga telah turun dari lebih dari 85% menjadi sekitar 45%. Kapasitas pengolahan air limbah juga anjlok dari 185.000 meter kubik per hari sebelum krisis menjadi hampir nol pada saat ini, kecuali untuk sebagian kecil pekerjaan rehabilitasi darurat yang sedang diupayakan di pabrik pengolahan Sheikh Ajilin.
Upaya rehabilitasi mendesak
Pihak berwenang mengatakan langkah-langkah darurat sedang mereka lakukan untuk mendukung pengoperasian stasiun pompa dan menyediakan bahan bakar. Sejauh ini, perbaikan darurat telah mencakup sekitar 20 stasiun pompa serta jaringan saluran pembuangan yang paling krusial.
Tim lapangan juga tercatat telah menangani sekitar 900 titik prioritas tinggi yang mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan. Operasi penanganan ini meliputi pemompaan darurat menggunakan alat berat, serta penilaian kerusakan yang melibatkan 44 stasiun pemompaan dan membentang di sepanjang 385 kilometer jaringan pipa saluran pembuangan yang rusak berat.
Rencana rehabilitasi berfokus pada pemulihan operasional di pabrik pengolahan air limbah Sheikh Ajlin. Pekerjaan tersebut juga mencakup rehabilitasi stasiun pompa Sheikh Radwan dan stasiun pompa serta jalur tekanan yang terhubung ke pabrik pengolahan air limbah Sheikh Ajlin. Ini berlangsung bersamaan dengan perbaikan jaringan saluran pembuangan yang rusak.
Ancaman lingkungan dan kesehatan yang semakin meningkat
Guna mencegah bencana ekologis yang lebih luas, Otoritas Air mendesak komunitas internasional untuk segera mengirimkan pasokan reguler berupa bahan bakar, mesin pompa, generator listrik, suku cadang mesin, truk penyedot limbah, alat berat, serta material penunjang untuk membangun jaringan sanitasi sementara di berbagai titik pengungsian.
Laporan itu juga menyerukan perluasan layanan sanitasi di lokasi pengungsian, penerapan unit pengolahan air limbah yang dapat diperluas, dan pengamanan pendanaan yang memadai serta akses yang aman dan berkelanjutan bagi para pekerja dan peralatan.
Pihak berwenang menegaskan bahwa pembuangan limbah mentah yang terus-menerus ini memperparah pencemaran laut dan daratan, serta menciptakan ancaman wabah penyakit yang mematikan bagi warga sipil. Memulihkan infrastruktur limbah Gaza dinilai sebagai prioritas guna melindungi keselamatan manusia sekaligus fondasi awal bagi pemulihan wilayah tersebut di masa mendatang.
Baca juga: WHO Peringatkan Ancaman Krisis Kesehatan Berlapis di Gaza Jelang Musim Hujan dan Dingin
Sumber: Palinfo








