Aparat militer Israel kembali melancarkan aksi penggusuran brutal dengan mengusir secara paksa seluruh penduduk Desa Palestina Khirbet al-Taban di wilayah selatan Tepi Barat. Tindakan destruktif ini menjadikan Khirbet al-Taban sebagai desa Palestina ke-66 yang sepenuhnya otoritas Israel kosongkan dari penduduk aslinya sejak mulainya gelombang eskalasi pada Oktober 2023.
Berdasarkan laporan yang kelompok Hak Asasi Manusia Israel, B’Tselem rilis pada Rabu (02/09), pasukan militer menyerbu desa yang terletak di selatan Hebron tersebut pada pagi hari. Dalam kurun waktu beberapa jam saja, seluruh bangunan rumah tempat tinggal penduduk diratakan dengan tanah. Israel sama sekali tidak menyisakan satu pun struktur yang masih berdiri.
Khirbet al-Taban sebelumnya merupakan tempat tinggal bagi 12 keluarga dengan total populasi sekitar 70 jiwa, termasuk di dalamnya 28 anak-anak. Selain menghancurkan rumah warga, pasukan Israel juga membumihanguskan berbagai fasilitas vital penunjang kehidupan. Fasilitas yang Israel hancurkan seperti kandang domba, tangki penyimpanan air, dan lumbung penyimpanan. Tak hanya itu, Israel juga merusak gua-gua alami yang biasa warga setempat gunakan untuk berlindung dan bertahan hidup.
B’Tselem mengatakan Khirbet al-Taban adalah “desa Palestina ke-66 yang telah Israel kosongkan secara paksa sejak Oktober 2023.” Sementara itu, penduduk dari 18 desa lainnya telah Israel usir sebagian. Kelompok tersebut mengatakan bahwa operasi penggusuran telah secara paksa mengusir sekitar 4.931 warga Palestina dari rumah mereka, termasuk sekitar 2.339 anak-anak dan remaja.
Direktur Eksekutif B’Tselem, Yuli Novak, mengatakan bahwa Israel “terus menghapus komunitas Palestina dengan kecepatan yang semakin meningkat sebagai bagian dari pembersihan etnis yang mereka lakukan di Tepi Barat.” Novak mengatakan bahwa komunitas internasional hanya “berdiam diri sementara nyawa warga Palestina mereka biarkan rentan terhadap kekerasan Israel.”
Pembongkaran Khirbet al-Taban terjadi di tengah peningkatan perebutan tanah Palestina di seluruh Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Tindakan tersebut berlangsung bersamaan dengan serangan para penjajah dan pendirian pos-pos permukiman dan proyek-proyek ilegal.
Sumber: MEMO

