Serangan Israel di Gaza kembali meningkat dalam 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya lima warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terbunuh pada Selasa (01/09). Sedikitnya tujuh serangan udara menghantam wilayah barat Kota Gaza dalam waktu sekitar 10 menit. Serangan tersebut membunuh seorang anak. Serangan serupa terjadi di Deir al-balah hingga merenggut nyawa seorang anak lainnya.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa sedikitnya sepuluh ledakan keras terdengar berturut-turut di kawasan Al-Kateeba yang merupakan salah satu wilayah terpadat di Kota Gaza. Titik-titik ledakan tersebut berada di dekat lokasi rumah sakit lapangan serta area pemukiman yang penuh oleh ribuan tenda darurat pengungsi.
Baca juga: Anak-Anak Gaza Sobek Layang-Layang Sendiri karena Takut Ancaman Israel
Serangan mematikan ini berlangsung ketika mayoritas warga Gaza terjebak dalam krisis kemanusiaan yang parah, bertahan hidup di kamp-kamp tenda padat penduduk yang di sekelilingnya penuh dengan puing-puing bangunan dan genangan limbah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius mengenai kualitas air yang terus merosot drastis, yang sejalan dengan lonjakan signifikan pada kasus diare dalam beberapa bulan terakhir.
Data PBB, Uni Eropa, dan Bank Dunia menunjukkan hampir 90 persen infrastruktur air dan sanitasi Gaza telah rusak atau hancur. Temuan ini diperkuat oleh hasil pengujian laboratorium WHO terhadap sekitar 6.700 sampel air sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026. Temuan tersebut menunjukkan tingkat kontaminasi mikrobiologis melonjak hampir tiga kali lipat. Angka pencemaran tersebut naik tajam dari kurang dari enam persen pada Januari menjadi lebih dari 18 persen pada Agustus.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 73.400 warga Palestina telah terbunuh akibat serangan Israel di Gaza.
Sumber: MEE








