• Adara Relief International
  • Adara Relief International
  • ADARA RELIEF INTERNATIONAL
  • Campaign
  • Contact
  • Dashboard
  • Dekap Yatim Palestina
  • Donasi Sekarang
  • Elementor #33313
  • Faild Transaction
  • Family Fest 4
  • Form Bergabung Bersama Kami
  • Gerai Buku Adara
  • Hidupkan Ahlul Qur’an
  • Home
  • Home 1
  • Home 5
  • Hubungan Indonesia – Palestina
  • INDOSAT Berbagi untuk Palestina
  • Info Penyaluran
  • Kabar Terbaru
  • Keranjang anda
  • Keranjang Anda
  • Komik Anak
  • Komunitas Adara
  • Kurban Palestina dan Pedalaman NTT
  • Lomba Komik
  • maintenance
  • My account
  • Profil Adara
  • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Success
  • Tabungan Qurban
  • Tentang Adara
  • Tes Tentang Kami
  • Tips dan Trik
  • Update
  • WFP Auth Form
  • WFP Donation Invoice
Adara Relief International
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Veteran Israel: Tentara Israel Tembak Warga Gaza Lebih Dulu Lalu Cari Alasan Pembenaran Lewat Intelijen

by Adara Relief International
September 2, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
0 0
0
Veteran Israel: Tentara Israel Tembak Warga Gaza Lebih Dulu Lalu Cari Alasan Pembenaran Lewat Intelijen
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Direktur eksekutif kelompok veteran Israel Breaking the Silence, Nadav Weiman, melontarkan pernyataan tajam terhadap operasional militer Israel di Gaza. Ia menyatakan bahwa tentara Israel membunuh lebih dulu lalu mencari alasan untuk membenarkan serangan di Gaza. Dalam wawancara dengan France 24, Weiman mengatakan militer Israel berupaya membangun hubungan antara korban serangan dan Hamas atau Jihad Islam Palestina setelah serangan terjadi

Menurut Weiman, aparat intelijen militer secara aktif mengumpulkan nama-nama korban tewas untuk mereka cocokkan dan kaitkan dengan kelompok Hamas atau Jihad Islam Palestina. Upaya pencarian alasan ini sering kali berlandaskan pada keterikatan longgar, seperti memiliki kerabat yang terafiliasi dengan kelompok tertentu atau pernah tercatat menerima gaji dari faksi terkait. 

Weiman mengungkapkan bahwa pola manipulatif semacam ini terlihat nyata dalam berbagai insiden penyerangan mematikan. Insiden tersebut termasuk serangan terhadap Rumah Sakit Nasser pada Agustus 2025. Serangan tersebut membunuh sedikitnya 20 warga Palestina, termasuk pasien, tenaga kesehatan, petugas pertahanan sipil, dan jurnalis.

Baca juga: Israel Persenjatai Milisi Gaza, Picu Sebabkan Gelombang Kekerasan Baru

Weiman juga menyinggung pembunuhan 15 petugas medis dan pertahanan sipil di Rafah pada Maret 2025. Menurutnya, para korban kemudian dapat dicatat sebagai “teroris” setelah pasukan Israel menembaknya. Lembaga Breaking the Silence, katanya, menerima kesaksian tentara yang menguatkan praktik tersebut selama agresi di Gaza. Salah seorang perwira operasi disebut mengaku harus mencatat semua warga Palestina yang Israel tembak sebagai teroris, tanpa membedakan warga sipil.

Selain membongkar mekanisme pelabelan korban, Weiman juga melayangkan kritik keras terhadap efektivitas investigasi internal militer Israel. Menurutnya, mekanisme penyelidikan yang ada selama ini cenderung tidak adil karena hanya menyasar prajurit atau perwira berpangkat rendah. Sementara itu, para petinggi militer yang merumuskan aturan keterlibatan (rules of engagement) dan mengeluarkan perintah operasional justru lolos dari pertanggungjawaban.

Pernyataan ini mencuat di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza, total warga Palestina yang terbunuh sejak mulainya agresi militer pada Oktober 2023 kini telah melampaui 73.000 jiwa. Di samping itu, lebih dari 174.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tanpa henti.

Sumber: MEMO 

Previous Post

Serangan Israel Kembali Membunuh Anak-Anak di Gaza

Next Post

Al-Quds Hadapi Ancaman Baru Jelang Hari Raya Yahudi

Next Post
Al-Quds Hadapi Ancaman Baru Jelang Hari Raya Yahudi

Al-Quds Hadapi Ancaman Baru Jelang Hari Raya Yahudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Adara Relief International
  • Adara Relief International
  • ADARA RELIEF INTERNATIONAL
  • Campaign
  • Contact
  • Dashboard
  • Dekap Yatim Palestina
  • Donasi Sekarang
  • Elementor #33313
  • Faild Transaction
  • Family Fest 4
  • Form Bergabung Bersama Kami
  • Gerai Buku Adara
  • Hidupkan Ahlul Qur’an
  • Home
  • Home 1
  • Home 5
  • Hubungan Indonesia – Palestina
  • INDOSAT Berbagi untuk Palestina
  • Info Penyaluran
  • Kabar Terbaru
  • Keranjang anda
  • Keranjang Anda
  • Komik Anak
  • Komunitas Adara
  • Kurban Palestina dan Pedalaman NTT
  • Lomba Komik
  • maintenance
  • My account
  • Profil Adara
  • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Success
  • Tabungan Qurban
  • Tentang Adara
  • Tes Tentang Kami
  • Tips dan Trik
  • Update
  • WFP Auth Form
  • WFP Donation Invoice

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Adara Relief International
  • Adara Relief International
  • ADARA RELIEF INTERNATIONAL
  • Campaign
  • Contact
  • Dashboard
  • Dekap Yatim Palestina
  • Donasi Sekarang
  • Elementor #33313
  • Faild Transaction
  • Family Fest 4
  • Form Bergabung Bersama Kami
  • Gerai Buku Adara
  • Hidupkan Ahlul Qur’an
  • Home
  • Home 1
  • Home 5
  • Hubungan Indonesia – Palestina
  • INDOSAT Berbagi untuk Palestina
  • Info Penyaluran
  • Kabar Terbaru
  • Keranjang anda
  • Keranjang Anda
  • Komik Anak
  • Komunitas Adara
  • Kurban Palestina dan Pedalaman NTT
  • Lomba Komik
  • maintenance
  • My account
  • Profil Adara
  • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Success
  • Tabungan Qurban
  • Tentang Adara
  • Tes Tentang Kami
  • Tips dan Trik
  • Update
  • WFP Auth Form
  • WFP Donation Invoice

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.