Menteri sayap kanan Israel, Ben Gvir, kembali memicu ketegangan setelah mendatangi dan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur pada Senin (31/08). Berdasarkan laporan dari berbagai sumber lokal, Ben Gvir mendatangi lokasi tersebut dengan pengawalan ketat kepolisian serta didampingi oleh puluhan pemukim Israel.
Sejumlah dokumentasi yang beredar memperlihatkan Ben Gvir tengah memimpin atau melakukan ritual keagamaan di bagian timur kompleks suci.
Baca juga: Syekh Sabri: Israel Rencanakan Sabuk Permukiman Kepung Al-Aqsa
584 Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Kelompok perlawanan Palestina mengecam tindakan Ben Gvir tersebut. Mereka memperingatkan bahwa ritual keagamaan di sekitar Kubah As-Sakhrah menjadi eskalasi berbahaya terhadap identitas dan status kompleks Al-Aqsa. Mereka juga menilai kunjungan berulang Menteri Israel tersebut mencerminkan upaya pemerintah Israel untuk membagi Al-Aqsa secara spasial dan temporal.
Ben Gvir telah beberapa kali memasuki kompleks Al-Aqsa sejak menjabat sebagai menteri. Menurut sumber di Al-Quds, kunjungan terbaru tersebut menjadi kunjungannya yang ke-19. Sepanjang 2026, laporan menunjukkan peningkatan aktivitas keagamaan Yahudi di kompleks Al-Aqsa, mencakup ritual keagamaan, doa, dan pengibaran bendera Israel.
Kelompok perlawanan Palestina menyerukan warga Palestina di Al-Quds, wilayah Palestina di dalam Israel, dan Tepi Barat untuk meningkatkan kehadiran di Al-Aqsa. Mereka juga meminta negara-negara Arab dan muslim serta komunitas internasional mengambil tindakan untuk menghentikan pelanggaran di kompleks tersebut.








