Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (PACBI) mengkritik sikap FIFA yang dinilai diam terhadap penderitaan atlet Palestina selama agresi di Gaza. Menurut PACBI, FIFA belum mengambil langkah tegas meski lebih dari 1.000 atlet Palestina terbunuh dan ratusan fasilitas olahraga hancur.
Data PACBI menunjukkan sebanyak 1.007 atlet Palestina kehilangan nyawa sejak awal perang. Dari jumlah itu, 566 di antaranya merupakan pemain sepak bola, setara dengan 25 tim penuh. Selain itu, serangan Israel juga menghancurkan 265 fasilitas olahraga di Gaza.
Baca juga : “Israel Mendapat Pemboikotan Paling Banyak di Dunia”
“Israel Batasi Akses ke Gaza Lewat Satu Penyeberangan, PBB Serukan Perhatian atas Krisis Kemanusiaan”
PACBI menilai FIFA gagal menunjukkan tanggung jawab moral. Hingga kini, FIFA belum menjatuhkan sanksi kepada Israel maupun mengeluarkan pernyataan tegas terkait kematian atlet Palestina dan kerusakan infrastruktur olahraga. Organisasi tersebut menilai diamnya FIFA sebagai pengabaian terhadap penderitaan mereka dan memperburuk dampak kemanusiaan perang.
Lebih lanjut, PACBI menyebut standar yang FIFA terapkan dalam merespons konflik internasional memunculkan banyak pertanyaan. Mereka meminta FIFA bertindak konsisten terhadap pelanggaran yang menimpa atlet Palestina dan dunia olahraga di Gaza.
PACBI merupakan sayap akademik dan budaya dari gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Gerakan ini mendorong boikot, divestasi, dan sanksi terhadap Israel sebagai bentuk tekanan internasional.
Sumber: MEMO








