Seorang tawanan Palestina, Imad Rajih Sarhan (47), meninggal dunia di Penjara Israel Gilboa, pada Ahad setelah menjalani 25 tahun masa penahanan. Kematian tawanan Palestina ini menambah daftar panjang korban di penjara Israel sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Komisi Urusan Tawanan Palestina dan Perhimpunan Tawanan Palestina menyatakan bahwa tawanan Palestina asal Haifa tersebut menjalani hukuman penjara seumur hidup sejak 15 Oktober 2001. Otoritas Israel menyebut ia meninggal akibat serangan jantung, namun tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kondisi kesehatannya sebelum wafat.
Menurut kedua lembaga tersebut, tawanan Palestina itu mengalami interogasi keras dan penyiksaan sistematis pada tahun-tahun awal penahanannya. Perlakuan tersebut meninggalkan dampak kesehatan serius yang terus memburuk selama bertahun-tahun.
Baca juga : “Dokter Gaza Hussam Abu Safiya Diduga Disiksa dalam Tahanan, Tegaskan Penahanannya Tidak Adil”
Selain itu, mereka menegaskan bahwa Israel melakukan pengabaian medis secara sistematis. Kondisi tersebut menyebabkan Sarhan menderita penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah tanpa perawatan yang memadai.
Kematian tawanan Palestina ini membuat jumlah warga Palestina yang meninggal dalam penjara Israel sejak Oktober 2023 mencapai 90 orang. Sementara itu, sejak pendudukan Tepi Barat pada 1967, sedikitnya 327 tawanan Palestina meninggal di penjara Israel.
Saat ini, sekitar 9.500 tawanan Palestina masih berada di berbagai penjara Israel. Organisasi hak asasi manusia Palestina dan Israel melaporkan bahwa banyak tawanan menghadapi kelaparan, penyiksaan, serta kurangnya akses layanan kesehatan.
Kelompok advokasi tawanan menegaskan bahwa kasus Sarhan kembali menyoroti kondisi penahanan yang semakin memburuk. Mereka juga mendesak penyelidikan independen terkait kematian Sarhan serta perlakuan terhadap para tawanan Palestina di penjara Israel.








