Bantuan yang seharusnya memasuki Gaza kembali menjadi sorotan setelah sejumlah organisasi kemanusiaan dunia menilai program “Board of Peace” gagal berjalan. Bantuan Gaza dinilai terhambat karena Israel masih membatasi masuknya bantuan ke wilayah tersebut. Akibatnya, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza tidak menunjukkan banyak kemajuan.
CEO Save the Children US, Janti Soeripto, mengatakan anak-anak Gaza masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Banyak anak mengalami malnutrisi dan belum kembali bersekolah. Selain itu, jaringan listrik dan infrastruktur air di Gaza masih rusak parah. Menurut Soeripto, kondisi itu menunjukkan rencana perdamaian belum terlaksana sesuai janji.
Baca juga : “Aktivis Flotilla Gaza Mengalami Kekerasan oleh Israel”
Program “Board of Peace” sebenarnya mewajibkan masuknya bantuan tanpa hambatan. Namun, organisasi seperti Oxfam dan Refugees International menyebut jumlah bantuan masih jauh dari target. Perjanjian gencatan senjata menargetkan 600 truk bantuan masuk setiap hari. Akan tetapi, angka tersebut belum tercapai hingga sekarang.
PBB juga melaporkan hanya separuh truk bantuan dari Mesir yang mendapat izin masuk Gaza pada awal bulan ini. Sementara itu, sekitar 18 ribu warga Gaza membutuhkan perawatan medis kritis di luar wilayah tersebut. Namun, hanya 700 orang yang berhasil dievakuasi sejak gencatan senjata berlaku.
Presiden dari badan Refugees International, Jeremy Konyndyk, menilai hambatan bantuan sebenarnya mudah ditanggulangi. Menurutnya, Israel hanya perlu berhenti menghalangi bantuan kemanusiaan. Di sisi lain, laporan “Board of Peace” justru menyalahkan kelompok Hamas sebagai penghambat utama proses perdamaian.
Meski demikian, kelompok bantuan menilai masalah utama tetap berasal dari pembatasan Israel terhadap bantuan Gaza. Hingga kini, sembilan negara anggota “Board of Peace” telah menjanjikan dana bantuan sebesar tujuh miliar dolar untuk Gaza.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)