Israel terus memperluas wilayah pendudukannya di Gaza meski gencatan senjata masih berlaku. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui bahwa Israel kini menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza. Hal ini menyebabkan banyak pihak menilai Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Di sisi lain, serangan Israel di Gaza masih terus berlangsung. Pada Ahad (17/05), serangan drone Israel membunuh empat warga Palestina, tiga di antaranya terbunuh di pusat distribusi makanan dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa Deir al-Balah. Serangan itu juga melukai empat lainnya.
Baca juga : “Nakba: Malapetaka yang Ditanggung Bangsa Palestina (Bagian I: 1799-1936)”
“Nakba: Malapetaka yang Ditanggung Bangsa Palestina (Bagian II: The Great Palestinian Revolt 1936—1939)”
Sementara itu, kendaraan militer Israel bergerak masuk ke wilayah Bani Suheila di timur Khan Younis dan mendorong blok beton “Yellow Line” lebih jauh ke barat. Akibatnya, wilayah pendudukan Israel di Gaza semakin meluas. Saksi mata juga melaporkan bahwa buldoser Israel menghancurkan sejumlah rumah warga Palestina yang menyebabkan banyak keluarga Palestina kembali mengungsi ke wilayah tengah dan barat Khan Younis.
Israel telah membunuh lebih dari 72.600 warga Palestina sejak Oktober 2023. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)