• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, April 29, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

70% Anak Afghanistan Terancam Kelaparan Akibat Krisis Iklim

by Adara Relief International
November 18, 2022
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
70% Anak Afghanistan Terancam Kelaparan Akibat Krisis Iklim
15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebanyak 70% anak-anak di Afghanistan, salah satu negara paling rentan terhadap dampak krisis iklim, berada di bawah ancaman peristiwa cuaca ekstrem, karena kondisi kekeringan diperkirakan akan berlanjut hingga 2023, kata Save the Children. Krisis iklim menimbulkan risiko serius bagi semua anak Afghanistan, sebab hampir 13,2 juta anak berasal dari keluarga atau komunitas yang bertahan hidup dengan bertani. Kekeringan yang terjadi pada musim semi dan banjir pada musim panas, atau bencana yang tidak sesuai musim, telah memusnahkan tanaman, membunuh ternak, mengurangi pasokan makanan penting secara drastis, dan mengurangi sumber air.

Hujan musim semi tahun ini adalah yang terendah dalam lima tahun, menyebabkan waduk negara dan sumber air tanah lainnya mengering. Bencana ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2023. Sebelumnya, banjir musim panas di beberapa daerah di Afghanistan telah menghancurkan 85.000 hektar tanaman dan membunuh 7.500 ternak.

Sekitar 27,8 juta penduduk tinggal di daerah pedesaan di Afghanistan.  Mereka menghadapi peningkatan ancaman dari guncangan iklim karena ketergantungan mereka pada pertanian dan peternakan untuk bertahan hidup. Kombinasi bencana kekeringan ekstrem, banjir, dan krisis ekonomi saat ini menyebabkan keluarga petani berada di ambang kelaparan dan beralih ke tindakan mengurangi konsumsi makanan.

Kasus malnutrisi pada anak balita telah meningkat di klinik keliling Save the Children, hampir 50% dibandingkan dengan Januari 2022. Di samping itu, dokter juga berjuang mengimbangi lonjakan permintaan pengobatan. Save the Children memperingatkan bahwa beberapa bulan ke depan akan menjadi kritis bagi anak-anak yang menanggung beban krisis kelaparan seiring mendekatnya musim dingin, sementara persediaan makanan berkurang secara drastis akibat kegagalan panen musim panas.

Akses ke air bersih juga semakin sulit dari hari ke hari. Anak-anak harus berjalan selama berjam-jam untuk mendapatkan air bagi keluarga mereka, atau dalam beberapa kasus terpaksa meminum air kotor sehingga membuat mereka terkena penyakit mematikan yang terbawa air seperti diare akut. Penilaian nasional baru-baru ini menemukan 80% rumah tangga di pedesaan dan 75% rumah tangga di perkotaan tidak memiliki cukup air untuk minum, memasak, dan mandi.

Pekerja anak juga meningkat. Orang tua yang putus asa mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah dan mengirim mereka untuk bekerja di jalanan, di rumah orang lain, pabrik, dan tambang untuk mengganti pendapatan mereka yang hilang akibat kekeringan atau banjir. Fahim* (10 tahun), tinggal bersama orang tua dan kakeknya, Sohail* di salah satu daerah yang paling sulit dijangkau di Provinsi Balkh, Afghanistan utara. Kekeringan telah menghancurkan hidup mereka, memaksa mereka untuk menjual aset mereka agar dapat membeli makanan untuk bertahan hidup.

Fahim mengatakan, “Kekeringan berdampak negatif pada hidup saya. Saya tidak bisa pergi ke sekolah terlalu sering karena menghabiskan waktu untuk mengumpulkan air minum bersih. Butuh banyak waktu dan saya tidak menyukainya. Dulu, sumber air dekat dengan rumah kami tapi sekarang sudah mengering. Kekeringan telah mengurangi pendapatan keluarga kami dan ketika kami tidak punya uang, kami tidak mampu membeli makanan yang kami butuhkan. Itu berdampak negatif pada kesehatan saudara laki-laki saya. Dia kekurangan gizi karena kami tidak bisa memberinya makan dengan benar.”

Sohail mengatakan, “Dua tahun lalu, ada hujan, kami memiliki cukup air untuk irigasi, dan kami memiliki kehidupan yang baik. Dalam dua tahun terakhir, tidak ada hujan dan tidak ada cukup air untuk irigasi dan ketika kami menanam tanaman apa pun di ladang, kami tidak dapat memanen apa pun. Mengingat kami belum bisa menanam apa pun di tanah kami, kami telah menjual semua ternak kami dan tidak ada sapi dan anak sapi yang tersisa. Kami menjualnya untuk menyediakan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dulu, ketika kami memiliki makanan yang cukup baik, anak-anak kami sehat, tetapi sekarang mereka terlihat seperti kerangka.”

*Nama diubah untuk melindungi identitas

Sumber:

https://www.savethechildren.net

https://www.contenthubsavethechildren.org

https://reliefweb.int

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Israel Bebaskan 15 Tawanan Gaza, Alami Penyiksaan

Israel Tahan Dana Palestina, Potong 200 Juta Dolar

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Produksi Panen Jeruk di Gaza Meningkat Dua Kali Lipat

Next Post

Kisah Perjuangan Kelompok Tunanetra Membentuk Satu-satunya Klub Sepak Bola Tunanetra di Indonesia

Adara Relief International

Related Posts

Israel Bebaskan 15 Tawanan Gaza, Alami Penyiksaan
Berita Kemanusiaan

Israel Bebaskan 15 Tawanan Gaza, Alami Penyiksaan

by Adara Relief International
April 28, 2026
0
23

Sebanyak 15 warga Palestina Israel bebaskan pada Ahad (26/4) setelah sebelumnya mereka tahan dari Jalur Gaza selama agresi yang berlangsung...

Read moreDetails
Israel Tahan Dana Palestina, Potong 200 Juta Dolar

Israel Tahan Dana Palestina, Potong 200 Juta Dolar

April 28, 2026
15
Israel Bunuh Sembilan Warga Gaza Meski Gencatan Senjata

Israel Bunuh Sembilan Warga Gaza Meski Gencatan Senjata

April 28, 2026
14
Krisis Kesehatan dan Pangan Ancam Ribuan Anak di Gaza

Krisis Kesehatan dan Pangan Ancam Ribuan Anak di Gaza

April 28, 2026
14
Israel Larang Dua Ulama Palestina Masuk Al-Aqsa

Israel Larang Dua Ulama Palestina Masuk Al-Aqsa

April 28, 2026
20
Tiga Anak Palestina Dipisahkan dan Diasuh Otoritas Prancis

Tiga Anak Palestina Dipisahkan dan Diasuh Otoritas Prancis

April 27, 2026
22
Next Post
Kisah Perjuangan Kelompok Tunanetra Membentuk Satu-satunya Klub Sepak Bola Tunanetra di Indonesia

Kisah Perjuangan Kelompok Tunanetra Membentuk Satu-satunya Klub Sepak Bola Tunanetra di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630