• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Juni 8, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Warga Gaza Skeptis terhadap Resolusi PBB yang Dinilai Abaikan Kebutuhan Kemanusiaan

by Adara Relief International
November 20, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Warga Gaza Skeptis terhadap Resolusi PBB yang Dinilai Abaikan Kebutuhan Kemanusiaan
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Warga Palestina di Jalur Gaza menyambut dengan skeptisisme resolusi baru Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang mengesahkan pembentukan pemerintahan asing dan kehadiran pasukan internasional di wilayah tersebut. Bagi banyak penduduk, keputusan ini kembali menunjukkan bahwa kebutuhan kemanusiaan mendesak tidak menjadi prioritas utama.

Baca Juga

Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

Setelah lebih dari dua tahun genosida Israel, sekitar 2,3 juta penduduk Gaza kini menjadi pengungsi internal dan terputus dari kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, listrik, serta layanan kesehatan. Harapan akan peran PBB dalam meredakan krisis kemanusiaan pun kembali pupus.

Abu Malek Jerjawi, salah satu warga Gaza, menilai bahwa resolusi yang disusun Amerika Serikat itu justru mengaitkan bantuan dan rekonstruksi dengan syarat politik. “DK PBB seharusnya memprioritaskan rekonstruksi dan perluasan bantuan kemanusiaan. Lebih dari satu juta orang membutuhkan tempat tinggal, sementara kebutuhan dasar terus diblokir Israel,” ujarnya.

Ia menilai resolusi tersebut “sangat mengecewakan” karena menghubungkan pemulihan Gaza dengan proses pelucutan senjata kelompok perlawanan. Menurutnya, mengaitkan kebutuhan kemanusiaan dengan tuntutan politik adalah “sebuah bencana”.

Resolusi DK PBB 2803 mengusung pembentukan badan pemerintahan transnasional yang dipimpin Donald Trump dan membentuk pasukan internasional untuk menjalankan proses “demiliterisasi” Gaza, dengan mandat menggunakan “segala cara yang diperlukan”. Ketentuan ini memicu kekhawatiran bahwa pemulihan Gaza akan bergantung pada persyaratan yang mustahil dipenuhi dalam waktu dekat.

Analisis UNOSAT menunjukkan bahwa hingga Oktober, sekitar 81 persen bangunan di Gaza rusak atau hancur akibat konflik berkepanjangan, dengan lebih dari 198.000 struktur terdampak. Mayoritas warga kini tinggal di tempat penampungan darurat seperti tenda, sekolah, atau rumah yang rusak berat.

“Suara Kami Tidak Dianggap Penting”

Nermin Basel, warga Gaza yang mengungsi pada tahun pertama perang, menyatakan hanya bisa menerima rencana internasional jika ada jaminan bahwa seluruh pengungsi dapat kembali ke rumah mereka. “Pergi bukan pilihan; tinggal berarti mati,” tegasnya.

Ia menilai rencana 20 poin yang diluncurkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu tidak melibatkan suara rakyat Palestina dan justru mengancam hak-hak mereka atas tanah mereka. “Rencana itu tidak membawa keadilan atau perdamaian. Bagaimana kami bisa percaya pada proses perdamaian jika kami tidak dilibatkan?”

Sebelum Israel menutup sisi Gaza dari perbatasan Rafah pada Mei 2024, sekitar 100.000–115.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Meski gencatan senjata tercapai pada 11 Oktober, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perbatasan tetap ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan.

Risiko Kehadiran Pasukan Internasional

Jerjawi menambahkan bahwa resolusi PBB kali ini justru berpotensi memicu ketegangan baru. Ia khawatir keberadaan pasukan internasional di Gaza dapat memperpanjang konflik. Kelompok perlawanan Palestina, termasuk Hamas, telah menolak resolusi tersebut dan menegaskan tidak akan melucuti senjata selama pendudukan Israel masih berlangsung. Menurut mereka, isu senjata harus dibahas dalam konteks politik nasional yang menjamin berakhirnya pendudukan dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

“Intervensi PBB seharusnya membawa keamanan dan perdamaian. Namun mandat baru ini justru bisa mengulang siklus perang,” kata Jerjawi.

Sumber: MEE

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Rencanakan Pengambilan 4.600 Dunam Lahan di Sebastia dan Burqa dengan Dalih Perlindungan Situs Arkeologi

Next Post

Jerman Dorong Arsitektur Keamanan Baru di Gaza Pasca Gencatan Senjata

Adara Relief International

Related Posts

MA Israel Perintahkan Akses ICRC ke Tawanan Palestina Dipulihkan — 9.000 Ditahan, 3.000 Tanpa Dakwaan
Berita Kemanusiaan

MA Israel Perintahkan Akses ICRC ke Tawanan Palestina Dipulihkan — 9.000 Ditahan, 3.000 Tanpa Dakwaan

by Adara Relief International
Juni 5, 2026
0
24

Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa pemerintah Israel harus kembali mengizinkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk mengunjungi para tawanan Palestina....

Read moreDetails
Israel Tahan Pendapatan Pajak Palestina 15 Bulan: 180 Obat Esensial Habis, 11.000 Operasi Tertunda

Israel Tahan Pendapatan Pajak Palestina 15 Bulan: 180 Obat Esensial Habis, 11.000 Operasi Tertunda

Juni 5, 2026
16
Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

Juni 5, 2026
16
PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

Juni 5, 2026
16
Haaretz Ungkap Israel Rekrut Aktivis Sayap Kanan Jadi Polisi Al-Aqsa, Status Quo Terancam Berubah

Haaretz Ungkap Israel Rekrut Aktivis Sayap Kanan Jadi Polisi Al-Aqsa, Status Quo Terancam Berubah

Juni 5, 2026
21
Dua Pemain Tim Putri Palestina Ditangkap Israel, Lebih dari 800 Atlet Terbunuh di Gaza

Dua Pemain Tim Putri Palestina Ditangkap Israel, Lebih dari 800 Atlet Terbunuh di Gaza

Juni 4, 2026
23
Next Post
Jerman Dorong Arsitektur Keamanan Baru di Gaza Pasca Gencatan Senjata

Jerman Dorong Arsitektur Keamanan Baru di Gaza Pasca Gencatan Senjata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak Yatim Gaza: Saat Tangan-Tangan Kecil Memikul Beban Kehidupan di Tanah Kelahiran – Laporan DYP Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 150 Keluarga di Al Quds

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630