Wabah penyakit kulit skabies dilaporkan telah menjangkiti sedikitnya 10 perempuan tawanan Palestina di Penjara Damon, Israel. Informasi ini diungkapkan oleh Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) menyusul kunjungan yang dilakukan oleh lembaga hak asasi manusia (HAM) ke fasilitas tersebut.
Saat ini, terdapat lebih dari 90 perempuan Palestina yang Israel tahan di Penjara Damon, termasuk di antaranya perempuan hamil, anak perempuan, serta tawanan yang memiliki kondisi kesehatan kronis..
PPS mengaitkan skabies di penjara Damon dengan kondisi kesehatan dan kemanusiaan yang buruk. Kondisi tersebut mencakup kelembapan tinggi, kekurangan bahan pembersih, sel yang penuh, ventilasi buruk, serta minimnya pakaian.
Penyakit kulit ini telah menyebar sejak Mei 2024. Ironisnya, karena kondisi lingkungan tidak berubah, banyak tawanan mengalami infeksi berulang. Sebagian tawanan telah menderita penyakit ini selama lebih dari lima bulan,
PPS juga menyoroti kasus tawanan anak Mohammed Hmeid. Infeksi skabies yang ia derita berkembang menjadi infeksi bakteri yang menyebabkan kerusakan sistem saraf. Kondisi tersebut akhirnya membuat dokter harus mengamputasi salah satu kakinya.
Menurut PPS, skabies di penjara Damon mencerminkan persoalan yang lebih luas. Penolakan pengobatan, kekurangan air, minimnya sinar matahari, kepadatan sel, dan ventilasi buruk turut memperluas penularan.
Selain itu, data lembaga HAM mencatat 91 tawanan Palestina meninggal di penjara Israel sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 53 di antaranya berasal dari Gaza.
Menanggapi kondisi yang merupakan bentuk pengabaian sistematis ini, PPS mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga HAM internasional untuk segera turun tangan. Mereka meminta akses pengobatan, investigasi internasional, serta pertanggungjawaban atas kebijakan yang membahayakan kesehatan tawanan.
Sumber: Palinfo








