• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 25, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Sejarawan Australia: Agresi Israel Menghancurkan Masa lalu, Masa Kini, dan Masa Depan Palestina

by Adara Relief International
Desember 12, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghitung jumlah korban di Gaza karena terputusnya komunikasi dan internet, lapor Anadolu Agency. Dalam sebuah pernyataan, Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, berbicara tentang serangan berturut-turut terhadap Rumah Sakit Al-Shifa dan sekitarnya, mengatakan bahwa situasi di rumah sakit tersebut “lebih dari bencana.” Dia mengatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran serangan Israel dari semua sisi. Al-Qudra mengatakan para korban yang terbunuh dan terluka tergeletak di tanah, depan pintu rumah sakit. “Taman rumah sakit telah berubah menjadi lapangan terbuka bagi penembak jitu Israel dan pesawat tak berawak. Tentara Israel menargetkan semua orang yang bergerak,” katanya. Juru bicara tersebut mengatakan bahwa sekitar 20.000 orang berada di dalam rumah sakit, termasuk keluarga pengungsi, petugas medis, dan korban luka. Dia mengatakan bahwa seorang bayi meninggal hari ini di unit perawatan intensif karena kekurangan oksigen dan peralatan pendukung kehidupan, sehingga ia menekankan kebutuhan mendesaknya akan pasokan medis. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa 39 bayi yang dirawat intensif di Rumah Sakit Al-Shifa berada dalam “kondisi yang mengancam jiwa karena kekurangan oksigen.” Dia mengatakan bahwa 20 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak berfungsi sejak 7 Oktober karena serangan Israel dan kekurangan bahan bakar. Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah. Setidaknya 11.078 warga Palestina terbunuh, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Sumber: https://www.middleeastmonitor.com/20231112-gaza-health-ministry-says-it-could-not-count-yesterdays-casualties-due-to-communication-blackout/ Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghitung jumlah korban di Gaza karena terputusnya komunikasi dan internet, lapor Anadolu Agency. Dalam sebuah pernyataan, Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, berbicara tentang serangan berturut-turut terhadap Rumah Sakit Al-Shifa dan sekitarnya, mengatakan bahwa situasi di rumah sakit tersebut “lebih dari bencana.” Dia mengatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran serangan Israel dari semua sisi. Al-Qudra mengatakan para korban yang terbunuh dan terluka tergeletak di tanah, depan pintu rumah sakit. “Taman rumah sakit telah berubah menjadi lapangan terbuka bagi penembak jitu Israel dan pesawat tak berawak. Tentara Israel menargetkan semua orang yang bergerak,” katanya. Juru bicara tersebut mengatakan bahwa sekitar 20.000 orang berada di dalam rumah sakit, termasuk keluarga pengungsi, petugas medis, dan korban luka. Dia mengatakan bahwa seorang bayi meninggal hari ini di unit perawatan intensif karena kekurangan oksigen dan peralatan pendukung kehidupan, sehingga ia menekankan kebutuhan mendesaknya akan pasokan medis. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa 39 bayi yang dirawat intensif di Rumah Sakit Al-Shifa berada dalam “kondisi yang mengancam jiwa karena kekurangan oksigen.” Dia mengatakan bahwa 20 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak berfungsi sejak 7 Oktober karena serangan Israel dan kekurangan bahan bakar. Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah. Setidaknya 11.078 warga Palestina terbunuh, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Sumber: https://www.middleeastmonitor.com/20231112-gaza-health-ministry-says-it-could-not-count-yesterdays-casualties-due-to-communication-blackout/
31
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Lebih dari 100 sejarawan Australia menandatangani surat terbuka yang mengecam serangan Israel terhadap Gaza. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan kehidupan Palestina dan membuatnya tidak mungkin bagi orang Palestina untuk hidup di Gaza. 

Para sejarawan tersebut menganggap bahwa agresi Israel telah menghancurkan masa lalu, masa kini, dan masa depan suatu bangsa. Mereka merujuk pada penghancuran universitas, sekolah, institusi budaya, perpustakaan, arsip, masjid, dan gereja oleh Israel.

sumber:

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca Juga

Penyakit Kulit Gaza Meningkat Tajam

Krisis Bahan Bakar, Toko Roti Gaza Terancam Tutup

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: PalestinaSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pemukim Israel Menyerbu Mata Air dan  Menembakkan Peluru ke Rumah Warga Palestina

Next Post

Tentara Israel Menangkapi Puluhan Perempuan Palestina di Gaza 

Adara Relief International

Related Posts

Penyakit Kulit Gaza Meningkat Tajam
Berita Kemanusiaan

Penyakit Kulit Gaza Meningkat Tajam

by Adara Relief International
Mei 22, 2026
0
26

Penyakit kulit Gaza terus menyebar di tengah krisis kesehatan yang memburuk. Selain itu, penyakit kulit Gaza kini mengancam ribuan warga...

Read moreDetails
Krisis Bahan Bakar, Toko Roti Gaza Terancam Tutup

Krisis Bahan Bakar, Toko Roti Gaza Terancam Tutup

Mei 22, 2026
22
Agresi Gaza Ancam Warga Sipil

Agresi Gaza Ancam Warga Sipil

Mei 22, 2026
21
Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Kekerasan

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Kekerasan

Mei 22, 2026
29
Janji Bantuan untuk Gaza Tak Terpenuhi, “Dewan Perdamaian” Dikecam

Janji Bantuan untuk Gaza Tak Terpenuhi, “Dewan Perdamaian” Dikecam

Mei 22, 2026
20
Desa di Timur Al-Quds Terancam Digusur

Desa di Timur Al-Quds Terancam Digusur

Mei 21, 2026
20
Next Post
Tentara Israel Menangkapi Puluhan Perempuan Palestina di Gaza 

Tentara Israel Menangkapi Puluhan Perempuan Palestina di Gaza 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630