Otoritas Palestina mengatakan bahwa penduduk Jalur Gaza tidak akan dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Hal ini terjadi karena pembatasan Israel dan penutupan perbatasan Gaza yang terus berlanjut.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengatakan pada Selasa (03/03) bahwa Israel telah melakukan penutupan perbatasan Gaza. Penutupan ini membuat kondisi menjadi mustahil untuk menjamin keberangkatan dan kepulangan para peziarah dengan aman dari wilayah tersebut.
Baca juga : “Perang Gaza Menghancurkan Impian Pergi Haji Pasangan Palestina“
Menurut kementerian tersebut, pemerintah Palestina telah berkoordinasi dengan mitra regional dan internasional, melakukan segala upaya untuk mengamankan pengaturan perjalanan bagi para peziarah dari Gaza.
Namun, upaya-upaya tersebut sejauh ini gagal memperoleh jaminan yang dapat diandalkan untuk pergerakan mereka. Ini terjadi khususnya di tengah pembatasan yang masih berlangsung di perbatasan Rafah dengan Mesir.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa ada kerangka waktu terbatas yang ditetapkan dalam protokol Haji yang ditandatangani dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Ketentuan tersebut menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas waktu terakhir untuk penerbitan visa. Jangka waktu ini membuat pihak berwenang tidak punya banyak pilihan selain mengambil langkah luar biasa untuk tahun ini.
Berdasarkan keputusan tersebut, sisa kuota haji Gaza akan beralih ke sistem undian untuk pelamar dari Al-Quds (Yerusalem) dan Tepi Barat. Sistem ini bertujuan untuk menghindari hilangnya alokasi visa Palestina untuk musim ini.
Baca juga : “Militer Israel Sengaja Menabrak Bus Jamaah Haji Palestina yang Berisi Lansia“
Pada musim haji tahun lalu, sebuah kendaraan militer Israel menabrak bus yang sedang terparkir di depan kantor Gubernur Jenin. Bus itu tengah bersiap menuju perbatasan Karama antara Tepi Barat dan Yordania. Para penumpangnya adalah warga Palestina lanjut usia yang hendak menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi melalui Yordania.
Sumber: Palinfo, Middle East Monitor








