Kampanye Pita Merah telah membunyikan alarm mereka. Mereka mengingatkan dunia yang memilih untuk menutup telinga bahwa di balik tembok-tembok penjara, terdapat lebih dari 9.000 tawanan Palestina. Di antara ribuan tawanan, terdapat 350 anak yang masa kecilnya terampas. Selain itu, lebih dari 3.000 tahanan administratif ditahan oleh Israel tanpa dakwaan atau pengadilan.
Saat ini, 66 perempuan tawanan Palestina sedang mengalami kampanye penghancuran psikologis dan fisik yang sistematis. Sebagian besar dari mereka berada di bawah status penahanan administratif yang secara rutin mengalami perpanjangan masa tahanan.
Para perempuan ini bukanlah sekadar statistik. Di antara mereka ada dokter, akademisi, pengacara, dan ibu. Tiga di antaranya adalah perempuan yang masih di bawah umur. Di samping itu, ada pasien kanker yang menghadapi kematian perlahan akibat menderita kekurangan gizi dan pengabaian medis yang parah.
Apa yang para perempuan ini hadapi sama saja dengan penculikan sandera sipil, bukan penahanan yang sah. Hal ini terjadi ketika otoritas Israel terus maju dengan tindakan yang pada dasarnya sama dengan eksekusi tawanan. Semuanya terjadi di tengah keheningan internasional dan kurangnya tanggapan.
Baca juga : “Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59“
Adnan Hmidan, koordinator Kampanye Pita Merah, mengatakan: “Biarkan dunia mendengar ini dengan jelas: peningkatan ketegangan di seluruh wilayah dan meluasnya agresi tidak akan kami gunakan sebagai kedok untuk melupakan perempuan-perempuan yang ada di penjara atau membiarkan pendudukan menargetkan mereka secara khusus.
Kita tidak berurusan dengan otoritas penjara, tetapi dengan sistem yang menculik tawanan dan menggunakan mereka sebagai alat tekanan politik dan psikologis. Dokter, akademisi, dan ibu-ibu kita berada di bawah kekuasaan sipir Israel. Mereka menghadapi ancaman eksekusi dan kelaparan yang disengaja. Ini merupakan ujian bagi hati nurani bangsa kita yang tersisa.
Debu akibat rudal di seluruh wilayah tidak akan menutupi jeritan para pasien kanker di sel penjara. Mobilisasi kami tidak akan berhenti sampai belenggu itu putus. Kebebasan adalah hak yang tidak dapat ditunda, sebesar apa pun tantangannya.”
Kampanye Pita Merah mengumumkan serangkaian acara solidaritas yang akan berlangsung selama akhir pekan mulai Jumat, 6 Maret. Mereka menyebut acara tersebut sebagai “Friday of Rage“, yang akan berlangsung hingga Ahad, 8 Maret 2026.
Kampanye ini menyerukan kepada masyarakat di seluruh dunia Arab dan para pendukung keadilan di seluruh dunia untuk turun ke jalan. Mereka menyeru untuk menyuarakan protes terhadap tindakan eksekusi dan penyiksaan terhadap perempuan tawanan.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)