Israel telah memperluas pendudukannya hingga sekitar 59% wilayah Gaza dan tengah mempersiapkan kemungkinan mulainya kembali agresi di wilayah tersebut. Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, wilayah yang diduduki tercatat sekitar 53%, sementara Hamas menyebut angka itu kini telah melampaui 60%.
Menurut laporan militer Israel, sejumlah pejabat senior mendorong mulainya kembali operasi militer. Mereka beranggapan bahwa saat ini adalah momentum terbaik untuk melemahkan Hamas. Persiapan pun telah mereka lakukan, termasuk penarikan sebagian pasukan dari Lebanon selatan dan pengerahan kembali brigade ke Gaza serta Tepi Barat.
Baca juga : “Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan“
“Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir”
Komando wilayah selatan Israel telah merampungkan rencana operasional dan siap melanjutkan serangan jika mendapat perintah politik.
Perkembangan ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung, baik di Gaza maupun Tepi Barat. Gencatan senjata tersebut sebelumnya bertujuan untuk menghentikan perang selama dua tahun yang telah membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai sekitar 172.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza.
Baca juga : “Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan”
“2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa”








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)