Pemukim Israel kembali menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Selasa (28/7). Sedikitnya 176 pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan kepolisian Israel. Sementara itu, aparat memperketat pembatasan terhadap jemaah yang ingin beribadah.
Menurut Al-Qastal News, para pemukim memasuki kawasan suci tersebut melalui Gerbang Al-Maghariba dalam beberapa kelompok. Mereka berkeliling di halaman Masjid Al-Aqsa, mendengarkan penjelasan dari para rabi mengenai klaim atas Temple Mount, serta melakukan doa-doa Talmud yang bersifat provokatif.
Di sisi lain, polisi Israel memperketat pemeriksaan di seluruh pintu masuk Masjid Al-Aqsa. Mereka juga membatasi pergerakan jemaah, dan menolak masuknya sejumlah warga yang hendak beribadah.
Sementara itu, pejabat senior Hamas, Majed Abu Qutaish, mengecam berbagai tindakan Israel di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki. Ia menyebut pembongkaran rumah, pengusiran warga, penyitaan properti, serta penutupan kawasan sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengurangi keberadaan warga Palestina di kota tersebut.
Abu Qutaish menilai langkah-langkah tersebut bertujuan melemahkan keteguhan warga Palestina dan memutus hubungan mereka dengan tanah, rumah, serta tempat-tempat suci, termasuk Masjid Al-Aqsa. Namun, ia menegaskan upaya tersebut tidak akan berhasil karena warga Al-Quds tetap mempertahankan keberadaan mereka.
Ia juga mengajak warga Palestina di Tepi Barat, wilayah Palestina sejak 1948, serta umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan dukungan kepada penduduk Al-Quds (Yerusalem). Ia juga menyeru untuk memperbanyak kehadiran di Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk solidaritas terhadap kota suci tersebut.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)