Pemulihan Gaza masih berlangsung sangat lambat, sementara kekerasan di Tepi Barat terus meningkat. Peringatan itu berasal dari Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, pemulihan Gaza dan stabilitas wilayah menghadapi ancaman serius jika tidak ada langkah cepat.
Alakbarov mengatakan kondisi kemanusiaan di Gaza memang sedikit membaik. Namun, pemulihan Gaza belum mampu menjawab kebutuhan jutaan warga. Ia melihat pengungsian masih meluas, permukiman tetap padat, kerusakan infrastruktur sangat besar, dan korban sipil terus berjatuhan akibat operasi militer Israel.
Baca juga: “Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat Meningkat, Dua Masjid Dibakar”
Selain itu, Alakbarov menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan saja tidak cukup. Ia meminta Israel membuka akses bagi lebih banyak bahan penting, termasuk material yang masuk dalam kategori barang serba guna. Menurutnya, pemulihan Gaza membutuhkan dukungan politik yang nyata, bukan sekadar bantuan darurat.
Di sisi lain, Alakbarov memperingatkan situasi di Tepi Barat yang terus memburuk. Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina, rumah, tempat ibadah, dan infrastruktur meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas. Oleh karena itu, ia mendesak Israel segera mencegah kekerasan pemukim dan menindak para pelakunya.
Alakbarov juga menyoroti masuknya pasukan Israel berulang kali ke Pusat Pelatihan UNRWA di Qalandia saat kegiatan belajar berlangsung. Menurutnya, fasilitas PBB harus tetap dihormati dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan krisis keuangan Otoritas Palestina semakin parah karena Israel masih menahan pendapatan pajak. Kondisi tersebut menghambat pembayaran gaji pegawai serta layanan pendidikan dan kesehatan. PBB menegaskan pemulihan Gaza tidak akan berkelanjutan tanpa proses politik yang nyata dan pelaksanaan penuh resolusi Dewan Keamanan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)