Masjid di Gaza kembali menjadi sasaran serangan udara Israel pada Selasa. Serangan terhadap masjid di Gaza menghancurkan bangunan Masjid Al-Muttaqin di pusat Kota Gaza. Selain itu, serangan tersebut juga meratakan tenda-tenda pengungsian dan membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Menurut koresponden Anadolu, jet tempur Israel membombardir Masjid Al-Muttaqin yang berada dekat gedung Young Men’s Christian Association (YMCA). Ledakan menghancurkan bangunan masjid, merusak rumah-rumah di sekitarnya, serta menghancurkan berbagai fasilitas sipil.
Tenda yang hancur sebelumnya menampung keluarga Palestina yang mengungsi setelah rumah mereka rusak akibat serangan Israel. Kini, ratusan warga kembali kehilangan tempat berlindung dan harus menghadapi kondisi yang semakin sulit dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar.
YMCA di Gaza merupakan lembaga komunitas Kristen yang menyediakan layanan kepemudaan, olahraga, sosial, dan kemanusiaan bagi seluruh warga tanpa membedakan agama. Namun, masjid di Gaza dan kawasan di sekitarnya tetap terdampak serangan yang menyebabkan kerusakan luas.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza melaporkan bahwa hingga 2 Juli, serangan Israel telah menghancurkan 1.050 masjid di Gaza secara total. Selain itu, 191 masjid lainnya mengalami kerusakan dari total 1.275 masjid yang ada sebelum perang.
Sejak operasi militer Israel dimulai pada 8 Oktober 2023, otoritas Palestina mencatat lebih dari 73.000 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 174.000 lainnya terluka. Sementara itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masjid di Gaza dan fasilitas sipil lainnya terus menghadapi dampak besar akibat konflik yang berkepanjangan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)