Jenazah 99 warga Palestina berhasil ditemukan tim penyelamat di bawah reruntuhan sebuah rumah di kawasan Sabra, selatan Kota Gaza, pada Senin (27/7). Penemuan jenazah 99 warga Palestina terjadi setelah proses pencarian berlangsung dalam kondisi kemanusiaan yang sangat sulit.
Tim penyelamat menjelaskan rumah milik keluarga Abu Sharia dan Al-Hasayna itu terkena beberapa serangan udara Israel pada waktu berbeda. Serangan terjadi pada Oktober 2023 dan kembali pada 7 Juni 2025. Akibatnya, puluhan warga terbunuh, sementara banyak korban lainnya tertimbun di bawah puing bangunan.
Proses evakuasi 99 jenazah tersebut menghadapi berbagai hambatan. Kerusakan yang sangat luas menyulitkan pencarian korban. Selain itu, tim penyelamat kekurangan alat berat, mesin khusus, dan perlengkapan pendukung untuk mengangkat reruntuhan.
Baca juga: “Blokade Nablus Paksa Ibu Melahirkan di Dalam Mobil”
Menurut petugas, ribuan korban masih berada di bawah bangunan yang hancur di berbagai wilayah Gaza. Banyak lokasi belum dapat dijangkau karena tingkat kehancuran yang parah dan kondisi lapangan yang masih berbahaya.
Data resmi menunjukkan sekitar 8.000 korban masih tertimbun reruntuhan di seluruh Jalur Gaza. Karena itu, tim penyelamat terus melanjutkan operasi pencarian meski dengan sumber daya yang sangat terbatas. Mereka kembali mendesak ketersediaan alat berat agar proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat.
Penemuan jenazah 99 warga Palestina kembali menggambarkan besarnya dampak kehancuran di Gaza. Sementara itu, upaya menemukan korban lain terus berlanjut di tengah keterbatasan peralatan dan tantangan kemanusiaan yang belum berakhir. Jenazah 99 warga Palestina menjadi pengingat bahwa ribuan keluarga masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)