• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

“Kokoh, Seperti Gunung di Palestina”

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Biografi, Tema Populer
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
“Kokoh, Seperti Gunung di Palestina”

Photo by Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Akhir-akhir ini mata dunia tersorot pada seorang perempuan Palestina bernama Khalida Jarrar. Ia bukan seorang perempuan biasa. Hidupnya telah ia habiskan untuk memerdekakan Palestina meski ia jalani dengan tidak mudah. Dingin dan angkuhnya dinding penjara telah empat kali ia rasakan  sebagai buah dari perjuangan yang ia pilih.

Berbagai kisah duka berkelindan dalam hidupnya selama masa penahanan. Namun, yang paling menyakitkan tentu saat ia tidak diberikan kesempatan untuk melihat orang-orang yang teramat dicintainya untuk terakhir kali. Pertama, saat ibunya wafat, kemudian duka tersebut harus kembali ia rasakan beberapa hari lalu ketika anak perempuan bungsunya yang bernama Suha wafat secara tiba-tiba. Permintaan Jarrar untuk menghadiri prosesi pemakaman putrinya ditolak oleh Zionis Israel.

Baca Juga

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

Meski jasadnya ditolak untuk hadir, tetapi cinta dan kerinduan kepada putri bungsunya, ia tuangkan ke dalam sebentuk puisi dan ia kirimkan bersama bunga.

July 13th, 2021

I am in so much pain, my child, only because I miss you.
I am in so much pain, my child, only because I miss you.

From the depths of my agony, I reached out and
embraced the sky of our homeland through the window
of my prison cell in Damon Prison, Haifa.
Worry not, my child.
I stand tall, and steadfast, despite the shackles and the jailer.
I am a mother in sorrow, from yearning to see you one last time.

This doesn’t happen except in Palestine.
All I wanted was to bid my daughter a final farewell.
With a kiss on her forehead and to tell her I love her
as much as I love Palestine.

My daughter, forgive me for not attending the celebration of your life,
that I was not beside you during this heart breaking and final moment.
My heart has reached the heights of the sky yearning to see you,
to caress and plant a kiss on your forehead through the
small window of my prison cell.

Suha, my precious.
They have stripped me from bidding you a final goodbye kiss.
I bid you farewell with a flower.
Your absence is searingly painful, excruciatingly painful.
But I remain steadfast and strong,
Like the mountains of beloved Palestine.

Kehilangan seorang anak adalah momen terkelam dalam hidup seorang ibu. Kata-kata tidak akan mampu menggambarkan sakit dan getirnya sebab tinta tak akan sanggup menuangkan rasa sesungguhnya. Namun, melalui puisinya, kita dapat merasakan betapa beratnya penderitaan yang dirasakan Jarrar sebagai seorang ibu yang berkomitmen untuk membela tanah airnya, Palestina. Ia tidak hanya harus kehilangan banyak momen bersama anak-anaknya dalam masa-masa tersulit mereka, tetapi juga tidak memiliki kesempatan untuk bertemu mereka untuk terakhir kalinya.  Meski demikian, kecintaan Jarrar dan juga para ibu Palestina lainnya terhadap tanah airnya, menyamai kecintaan mereka terhadap anak-anak mereka sendiri. Maka kedukaan itu tidak pernah menjadi alasan yang menyurutkan langkah mereka dalam memperjuangkan Palestina. Bagaimana pun, memperjuangkan tanah air, tanah tumpah darah, tanah tempat bertumbuhnya segala cinta dan kehidupan, berarti juga memperjuangkan masa depan orang-orang yang dicinta.

Jarrar tidak sendirian. Ada 41 orang tawanan perempuan Palestina yang hingga saat ini masih ditahan. Mereka tidak hanya tersiksa karena harus berada di dalam penjara padahal tidak melakukan  tindak kriminal, tetapi juga mengalami kekerasan verbal hingga fisik. Zionis Israel tidak membedakan antara tawanan perempuan ataupun laki-laki.[1] Bahkan Israel juga melakukan kekerasan berdasarkan gender untuk mempermalukan mereka.[2]

“…. This doesn’t happen except in Palestine…..” Yang ditulis oleh Jarrar begitu pilu untuk dibayangkan; bahwa satu-satunya sebab dari perlakuan yang ia harus terima tak lain tak bukan karena ia bangsa Palestina. Luka, duka, hingga derita, harus ia tempuh di balik jeruji, hanya karena ia seorang Palestina.  Demikian pula perempuan Palestina lainnya; mereka yang dibatasi dinding penjara, atau mereka yang harus kehilangan rumahnya akibat kebijakan penghancuran rumah oleh Zionis Israel, juga mereka yang hidupnya disengsarakan sebab berkebangsaan Palestina. Dengan demikian, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa politik Apartheid-lah yang menjadi landasan Zionis Israel untuk menyiksa mereka.

Bagi Ziomis Israel, kebijakan-kebijakan keji semacam itu dianggap mampu mematahkan arang seorang ibu dan membungkamnya. Namun, Jarrar menolak kalah. Ia, tulisnya, akan tetap berdiri kokoh, seperti gunung-gunung di Palestina. Demikian pula dengan para perempuan lain di Palestina. Mereka yang menjadi barisan perempuan penjaga Al Aqsa, mereka yang memilih jalur sebagai jurnalis, mereka yang saat ini terpenjara karena memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan perempuan-perempuan lain di Palestina dengan apa pun peran yang tengah dimainkan, akan selalu kuat seperti gunung-gunung di tanah air mereka. Mereka berhadapan dengan politik Apartheid atau pun ethnic cleansing, tetapi itu semua tidak akan mampu membuat kaki mereka bergeser meski sekejap untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

 

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

 

[1] Fitriyah Nur Fadilah. “Kekerasan terhadap Tawanan Perempuan Palestina.” Diakses dalam https://adararelief.com/kekerasan-terhadap-tahanan-perempuan-palestina-part-2/

[2] Yuri Hawari, “Whats behind Israel Crackdown Palestinian Prisoners.” Diakses dalam https://www.middleeasteye.net/opinion/whats-behind-israels-crackdown-palestinian-prisoners

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Zionis Hancurkan Rumah-Rumah Badui dan Sita Unit Tenaga Surya di Tepi Barat

Next Post

Zionis Menguasai Sumber Air Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah
Artikel

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

by Adara Relief International
April 18, 2026
0
14

Wahai Al-Quds … Wahai Kotaku Wahai Al-Quds … Wahai Cintaku Esok hari, akan mekar tanaman-tanaman lemon Bulir-bulir padi yang menghijau...

Read moreDetails
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
73
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
77
Istana Hisham, salah satu kastil peninggalan Kekhalifahan Umayyah (MEE)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

April 2, 2026
58
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
509
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
272
Next Post
Penyaluran Donasi Wakaf Sumur di Gaza Palestina

Zionis Menguasai Sumber Air Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630