Zionis Hancurkan Rumah-Rumah Badui dan Sita Unit Tenaga Surya di Tepi Barat

Seorang anak berada di atas keranjang bayi, setelah ia dan keluarganya terusir akibat rumahnya dihancurkan oleh Zionis. Sumber Foto : MEE

Pasukan Zionis menghancurkan komunitas badui Palestina di Tepi Barat dan menyita unit tenaga surya. Tentara Zionis disertai dengan derek dan kendaraan tentara, menyerbu komunitas al-Qaboun dan menghancurkan 11 bangunan – termasuk tenda, rumah timah dan kandang domba – dan menyita traktor, tangki air, dan unit energi surya. Penduduk al-Qaboun berada di bawah ancaman terus-menerus dari penghancuran rumah karena terletak di Area C yang berada di bawah kontrol penuh Zionis, di mana konstruksi Palestina sebagian besar dilarang.

Zionis telah membangun hampir 230 pemukiman di Area C – yang melanggar hukum internasional – sejak pertama kali mulai menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada tahun 1967.  Sekitar 400.000 pemukim Zionis tinggal di Area C, seperti halnya 300.000 warga Palestina yang tinggal di 532 kota dan desa. Hampir 150 warga Palestina dari 30 keluarga tinggal di komunitas Badui al-Qaboun.

Baca juga: PBB: Zionis Menghancurkan dan Menyita 421 Rumah Palestina Sejak Awal 2021

Sementara itu, penduduk wilayah pedesaan di Palestina menolak desakan pemindahan Zionis di Lembah Yordan. Di tengah ketidakpedulian internasional, Komunitas Badui Khirbet Humsah telah menghadapi penghancuran berulang kali pada tahun lalu.  Menurut laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), pasukan Zionis benar-benar membersihkan daerah tempat Khirbet Humsah berdiri. Mereka menghancurkan dan menyita barang-barang seperti tangki air, palung hewan dan mainan anak-anak, serta beberapa bangunan yang telah disumbangkan oleh organisasi bantuan kemanusiaan internasional.

“Penghancuran berulang atas rumah dan properti mereka, termasuk bantuan yang diberikan oleh komunitas kemanusiaan, memiliki dampak ekonomi, sosial dan traumatis yang menghancurkan pada masyarakat, terutama anak-anak,” tulis OCHA. Pasukan Zionis juga telah mencegah pekerja kemanusiaan mencapai lokasi masyarakat pasca pembongkaran.

“Kami mendengar suara jip militer mendekat, dan ketika saya melihat ke cakrawala, saya melihat ada lusinan dari mereka datang ke arah kami,” kata Aisha, 56, kepada kantor berita Palestina. “Mereka mengambil semuanya, mereka bahkan tidak meninggalkan kami pakaian kami, atau popok dan susu formula untuk bayi,” kenang Aisha. “Kami tidur di tengah lapangan terbuka malam itu bersama anak-anak, tanpa selimut atau bahkan kasur.”

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Bagi Sahabat Adara yang ingin menyalurkan donasi untuk bantuan untuk anak dan perempuan Palestina, dapat melalui rekening bantuan untuk Palestina a.n Yayasan Adara Relief International:

  1. Bank Muamalat: 309-000-2717
  2. Bank Mandiri: 070-000-5658799
  3. OVO / Gopay: 087780464183

Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui WhatsApp ke nomor 085692956689.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Leave a Reply