• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 4, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ibunya hanya ingin mengetahui satu hal: “Apa yang terjadi pada Abdul Rahim?”

by Adara Relief International
Agustus 4, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Ibunya hanya ingin mengetahui satu hal: “Apa yang terjadi pada Abdul Rahim?”
37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam sebuah video, seorang mantan marinir Amerika, yang datang ke Gaza bersama lembaga Gaza Humanitarian Foundation, mengaku bahwa ia melihat seorang bocah laki-laki tanpa alas kaki—disebutnya bernama “Amir”—ditembak mati oleh tentara Israel setelah menerima segenggam makanan. Bocah itu, katanya, mencium tangannya sebagai tanda terima kasih, beberapa detik sebelum tembakan dilepaskan ke arah kerumunan.

Anak itu, menurut pengakuannya, terbunuh di tempat. Namun bagi Sana’, ibu bocah itu, yang dimaksud bukanlah “Amir”, melainkan Abdul Rahim, putranya. Dan sampai hari ini, ia belum tahu di mana jasad anaknya berada.

“Saat pertama kali lihat fotonya, aku benar-benar terkejut,” kata Sana kepada Quds News Network. “Aku tidak ingin mengingatnya lagi. Aku lelah. Hatiku hancur. Aku sakit. Ini luka yang tidak akan sembuh seumur hidup.”

Beberapa pekan sebelumnya, ia juga kehilangan suaminya. Dan kini, ia takut anaknya pun ikut pergi.

“Ini lebih berat daripada kehilangan suami. Aku tidak tahu harus bilang apa. Aku mengenali wajah di foto itu… Semoga Allah beri aku kekuatan. Dia anakku.”

Abdul Rahim, kata ibunya, adalah anak yang penuh semangat. Suka makan, bermain, dan berlari. Karakternya kuat. Bahkan ia akan marah kalau ada pria asing yang mencoba berbicara pada ibunya. Ia berbeda dari saudara laki-lakinya—Wael, Ahmad, dan Raed. Dia istimewa. Dan dia selalu ingin membuat ibunya bahagia.

Hari itu, Abdul Rahim pergi sendiri ke pusat distribusi makanan di daerah Shakoush. Ia ingin memberi kejutan kecil: membawa pulang tepung dan sedikit makanan. “Dia ingin membuatku senang. Katanya, dia mau pulang bawa dua kilo tepung dan makanan,” cerita Sana. “Biasanya aku bagi tugas ke anak-anak: siapa yang mengambil air dan siapa yang mengumpulkan kayu bakar. Tapi hari itu, Ahmad sedang demam. Aku tanya, ‘Siapa yang akan mengambil air menggantikan Ahmad?’ Mereka jawab, ‘Abdul Rahim.’”

Ternyata hari itu adalah momen terakhir ia melihat putranya. “Kalau Abdul Rahim hilang, aku selalu tahu ada yang salah; dan dia menghilang. Sejak itu, aku terus berkeliling mencarinya.” Suaranya mulai bergetar saat bicara tentang cerita tentara Amerika itu. “Aku hanya ingin dia berterus terang, di mana jasad Abdul Rahim? Hari ini dia bilang melihat anakku ditembak, keesokan harinya mengatakan mungkin tidak ditembak. Aku butuh kepastian. Apakah anakku ditahan? terbunuh? Atau… anjing liar yang menemukannya lebih dulu?”

Ia sudah menyisir rumah sakit, klinik, ke mana pun ia bisa. Tapi hasilnya nihil. Bahkan jasadnya pun tak ditemukan.

“Tidak seharusnya seorang ibu mengalami mimpi buruk seperti ini,” ucapnya. “Kami bahkan hanya memiliki sepotong roti untuk setiap orang. Potongan roti milik Abdul Rahim masih kusimpan. Anakku bilang, ‘Mama, rotinya nanti mengeras.’ Namun kujawab, biarkan saja, roti itu harus tetap ada.”

Mimpi Abdul Rahim sederhana. Ia ingin tumbuh besar, hidup baik, dan merawat ibunya. “Dia sering bilang, ‘Mama, nanti kalau aku besar, aku akan menjaga Mama.’”

Ayah Abdul Rahim terbunuh ditembak tentara Israel pada 29 Desember 2024. Sekarang, ibunya hanya menggenggam kenangan—dan harapan yang mulai pudar bahwa mungkin Abdul Rahim masih hidup.

“Pada malam hari, aku membayangkan dia minta air minum,” katanya. “Bahkan saat aku bicara sekarang, aku membayangkan dia tiba-tiba muncul, lari ke arahku.”

Anthony Aguilar, kontraktor dari AS yang sebelumnya disebut, menceritakan bahwa ia melihat Abdul Rahim—walau ia salah menyebut namanya “Amir”—berjalan 12 kilometer tanpa alas kaki di bawah terik matahari untuk mencari makanan.

Yang ia dapatkan hanyalah sisa nasi dan lentil yang tercecer di tanah. Tetap saja, ia mengucap terima kasih, mencium tangan Aguilar. Lalu, tembakan menghentikan segalanya. “Anak itu jalan 12 kilometer untuk mencari makanan, tetapi yang ia dapatkan hanyalah sisa-sisa. Lalu ia terbunuh,” kata Aguilar.

Baca Juga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

Akan tetapi bagi Sana’, cerita itu belum selesai.

“Aku hanya ingin tahu, apakah anakku masih hidup? Aku ingin melihat dia lagi. Atau kalau dia sudah meninggal, beritahu aku. Mungkin tentara Amerika itu melihat anak yang lain; mungkin Abdul Rahim-ku masih ada di luar sana.”

Sana’ punya delapan anak—empat laki-laki dan empat perempuan. Yang paling kecil baru delapan bulan. Bahkan untuk beli popok pun ia tak sanggup. Namun yang ia pinta bukan bantuan. Bukan dari pemerintah. Bukan dari tentara. Hanya dari satu orang—pria yang terakhir kali memegang tangan anaknya sebelum dunia gelap. “Tolong beri tahu aku, apa yang sebenarnya terjadi pada Abdul Rahim.”

Sumber:

“I Just Want to Know What Happened to Abdul Rahim”: A Palestinian Mother’s Agony After American Contractor Reveals Son’s Last Moments

 

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Impunitas Militer Israel Terungkap, Sebagian Besar Kasus Pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat Dibiarkan Tanpa Pertanggungjawaban

Next Post

Adara Ajak Perempuan Indonesia Merajut Solidaritas untuk Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
39

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
35
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
28
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
23
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
27
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Maryam Rachmayani dan Arie Untung di panggung Cerita Untungs

Adara Ajak Perempuan Indonesia Merajut Solidaritas untuk Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630