Serangan Israel di Gaza membunuh lima warga Palestina dalam 24 jam terakhir, meski gencatan senjata masih berlaku. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga korban terbunuh akibat serangan terbaru dan dua lainnya akibat luka sebelumnya. Selain itu, serangan tersebut melukai 18 orang.
Pada Senin, 12 Oktober 2026, sumber medis mengonfirmasi serangan pesawat nirawak Israel terhadap tenda yang digunakan pengungsi sebagai tempat pengisian daya telepon seluler di kawasan Al-Buraq, Khan Younis, Gaza selatan. Serangan itu membunuh tiga warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya.
Sementara itu, di Jabalia, Gaza utara, seorang anak berusia enam tahun bernama Jihad Iyad al-Ghandour meninggal akibat luka parah. Tentara Israel menembaknya pada Sabtu ketika berada di kamp pengungsi Jabalia.
Baca juga: Mantan Pejabat AS: Tuntutan Netanyahu Hambat Gencatan Senjata Gaza
Di Gaza bagian timur, pasukan Israel memperluas kendali wilayah di lingkungan Shujaiya pada Minggu. Serangan artileri dan tembakan pesawat nirawak melukai dua warga Palestina, termasuk seorang perempuan hamil. Puluhan keluarga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Selama sekitar sepekan, wilayah Shujaiya dan Tuffah menghadapi pembongkaran bangunan pada malam hari, bombardir artileri, serta patroli kendaraan lapis baja di sepanjang garis kuning.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025 telah membunuh 1.493 warga Palestina dan melukai 5.299 lainnya.
Secara keseluruhan, genosida Israel sejak Oktober 2023 telah membunuh 74.382 warga Palestina dan melukai 175.416 orang. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza juga mengalami kerusakan.
Laporan internasional memperkirakan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi Gaza mencapai 71,4 miliar dolar AS.







