Mantan pejabat Amerika Serikat menilai tuntutan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghambat kesepakatan gencatan senjata Gaza pada 2024. Sementara itu, politisi Israel Moshe Feiglin secara terbuka mengampanyekan pendudukan, pengusiran warga Palestina, dan perluasan permukiman ilegal.
Phil Gordon, mantan penasihat keamanan nasional Wakil Presiden AS Kamala Harris, menyebut tuntutan Netanyahu membuat kesepakatan pembebasan tawanan dan gencatan senjata tertunda hingga enam bulan. Selama penundaan tersebut, hampir 9.000 warga Palestina dilaporkan terbunuh.
Netanyahu saat itu menuntut agar pasukan Israel tetap berada di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir. Ia juga mengusulkan pemeriksaan terhadap warga Palestina yang kembali ke Gaza utara. Tuntutan tersebut akhirnya tidak masuk dalam kesepakatan Januari 2025.
Baca juga: A Generation Under Attack: 21.745 Anak Gaza Terbunuh Sejak 2023
Ben-Gvir Serukan Aneksasi Seluruh Tepi Barat dan Bubarkan Otoritas Palestina
Mantan pejabat Israel Avi Gil juga menyatakan bahwa Netanyahu melewatkan sejumlah kesempatan untuk membebaskan tawanan dalam keadaan hidup. Ia menyebut Netanyahu berusaha menghindari penyerahan dokumen kesepakatan setelah Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengancam akan menjatuhkan pemerintahan. Netanyahu dan Partai Likud membantah tuduhan tersebut.
Di sisi lain, Moshe Feiglin, mantan anggota Knesset dari Partai Likud dan pemimpin Zehut, mengampanyekan slogan “Pendudukan, Pengusiran, dan Permukiman”. Ia secara terbuka mendukung pengusiran warga Palestina dari Gaza dan perluasan permukiman Israel di seluruh wilayah Palestina.
Feiglin bahkan menyebut seluruh penduduk Gaza, termasuk bayi, sebagai musuh. Ia juga mendukung aneksasi Tepi Barat dan Gaza serta pembangunan Kuil Ketiga di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026, Feiglin menjalin kesepakatan elektoral dengan Bezalel Smotrich. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana gagasan pengusiran warga Palestina dan perluasan pendudukan terus mendapat ruang dalam politik Israel.
Sumber: MEE








