FIFA sedang mempertimbangkan laga antara tim Palestina dan Israel U-15 sebagai pertandingan pembuka festival sepak bola usia muda yang akan berlangsung di Amerika Serikat tahun ini. Rencana FIFA tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum mendapat persetujuan dari kedua pihak.
Menurut laporan The Athletic, pertandingan ini menjadi bagian dari upaya Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menampilkan simbol persatuan melalui sepak bola. Sebelumnya, pada Kongres FIFA di Vancouver, Infantino gagal mempertemukan Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam sebuah momen jabat tangan.
Dalam forum tersebut, Rajoub menyampaikan penderitaan yang rakyat Palestina hadapi. Pertemuan berakhir tanpa jabat tangan maupun foto bersama. Setelah itu, Infantino menyinggung festival U-15 sebagai peluang untuk membangun pesan persatuan.
Festival FIFA ini terjadwal berlangsung pada September mendatang di Amerika Serikat dan terbuka bagi seluruh 211 anggota FIFA. Turnamen akan menggunakan format pertandingan singkat dengan lapangan yang lebih kecil. Setiap tim terdiri dari tujuh hingga sembilan pemain.
Namun, rencana FIFA tersebut berpotensi memicu kritik. Sejumlah pejabat olahraga Palestina dan kelompok hak asasi manusia menilai FIFA belum mengambil langkah tegas terhadap Israel. Tindakan tersebut terkait dengan pembunuhan Israel terhadap atlet Palestina dan kerusakan fasilitas olahraga di Gaza.
Kritik juga muncul karena Rusia masih dapat berpartisipasi dalam festival tersebut, meski sebelumnya mendapat larangan mengikuti kompetisi FIFA setelah invasi ke Ukraina pada 2022. Sejumlah pihak kembali menuding FIFA menerapkan standar ganda dalam menangani konflik internasional.
Sumber: MEMO, The Guardian








