Upaya evakuasi medis di Jalur Gaza kembali membuahkan hasil setelah 35 pasien berhasil melintasi perbatasan Rafah untuk mendapatkan perawatan intensif di luar wilayah tersebut. Proses evakuasi yang didampingi oleh 38 anggota keluarga ini menjadi langkah krusial di tengah krisis layanan kesehatan yang melumpuhkan berbagai rumah sakit di Gaza.
Otoritas Perlintasan dan Perbatasan Gaza mengonfirmasi total 73 orang yang terdiri dari pasien dan pendampingnya telah meninggalkan Gaza melalui perlintasan tersebut. Bersamaan dengan proses evakuasi ini, tercatat pula 73 warga Palestina lainnya kembali memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan yang sama.
Baca juga: “71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
“The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkoordinasikan seluruh proses perjalanan pasien dan pendamping bersama otoritas terkait. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh akses menuju layanan kesehatan yang tidak tersedia di Gaza.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan penanganan khusus. Di sisi lain, sistem kesehatan Gaza masih menghadapi tekanan berat akibat keterbatasan fasilitas, peralatan, dan layanan medis. Karena itu, evakuasi pasien ke luar wilayah tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak warga yang memerlukan perawatan lanjutan.
Sumber: Palinfo








