Sebanyak 14 lembaga dan organisasi Arab dan Palestina mengeluarkan seruan mendesak pada hari Rabu (29/7). Mereka menyerukan tindakan kolektif untuk melindungi Al-Quds (Yerusalem) di tengah peningkatan pelanggaran Israel yang menargetkan Masjid Al-Aqsa dan identitas historis kota tersebut.
Dalam pernyataan bersama, sejumlah organisasi itu menilai Israel meningkatkan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa. Selain itu, pelanggaran terhadap warga Al-Quds, serta identitas Arab, Islam, dan Kristen di kota suci tersebut juga mengalami peningkatan. Mereka juga menyatakan bahwa langkah Israel itu bertujuan menciptakan fakta baru di lapangan dan memperkuat penguasaan Israel.
Pernyataan itu menyoroti maraknya aksi penerobosan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh para pemukim ekstremis Israel yang mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Organisasi-organisasi tersebut turut menyuarakan kekhawatiran mendalam atas upaya untuk memberlakukan pembagian waktu dan area ibadah di dalam masjid. Selain itu, Israel juga menetapkan pembatasan akses bagi jemaah, pelarangan terhadap tokoh-tokoh agama, hingga tindakan represif terhadap para penjaga resmi Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: “Masjid Al-Aqsa Kembali Diserbu Pemukim Israel, Akses Jemaah Dibatasi”
Selain penodaan situs suci, tekanan terhadap warga sipil juga terus meningkat melalui perintah pembongkaran rumah, pengusiran paksa penduduk lokal, pencabutan izin tinggal, masifnya perluasan permukiman ilegal, serta aktivitas penggalian liar di sekitar kawasan Kota Tua. Kebijakan destruktif ini secara langsung mengancam keberlangsungan komunitas Kristen serta menghapus karakter sejarah autentik Al-Quds.
Oleh karena itu, mereka menegaskan perlindungan terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa tidak cukup melalui pernyataan atau kecaman. Mereka mendesak adanya langkah politik, hukum, dan hak asasi manusia secara terkoordinasi. Hal ini bertujuan untuk menghentikan pelanggaran serta memastikan para pelaku melakukan pertanggungjawaban.
Organisasi-organisasi tersebut juga meminta Yordania untuk memanfaatkan perannya sebagai penjaga situs suci Islam dan Kristen di Al-Quds demi mendorong respons internasional yang lebih efektif. Menurut mereka, perlindungan terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga warisan sejarah, kebebasan beribadah, dan hak masyarakat Palestina di kota suci tersebut.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)