Angka keguguran di Jalur Gaza melonjak drastis hingga mencapai sekitar 460 kasus per 1.000 kelahiran sejak perang meletus pada Oktober 2023. Angka ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan masa sebelum perang yang berkisar pada 140 kasus per 1.000 kelahiran.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sebanyak 3.958 kasus keguguran terjadi hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama 2026. Peningkatan angka keguguran ini merupakan akibat dari kombinasi kelaparan, pengungsian, stres berkepanjangan, serta terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan bagi ibu hamil.
Federasi Internasional Planned Parenthood (IPPF) melaporkan angka keguguran mencapai sekitar 460 kasus per 1.000 kelahiran. Sebelum perang, angkanya sekitar 140 kasus per 1.000 kelahiran. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 3.958 kasus keguguran selama enam bulan pertama 2026.
Baca juga: “Musim Panas Perparah Penderitaan Pengungsi Palestina di Gaza”
Salah satu warga Gaza, Sahar Al-Majdalawi, kehilangan janinnya setelah berjalan berjam-jam menuju rumah sakit akibat tidak adanya transportasi. Ia mengaku harus mengungsi berkali-kali, mengalami lima kali luka akibat serangan udara. Tak hanya itu, ia juga hidup dalam kondisi kekurangan makanan dan tekanan psikologis.
Selain keguguran, tenaga medis juga melaporkan peningkatan kelahiran prematur dan bayi dengan kelainan bawaan. UNICEF sebelumnya menyebut hampir satu dari lima bayi yang lahir di Gaza memerlukan perawatan intensif karena ibu mengalami malnutrisi, stres kronis, dan kurangnya layanan kesehatan selama kehamilan.
Di sisi lain, IPC memperkirakan sekitar 1,4 juta penduduk Gaza menghadapi kerawanan pangan akut hingga akhir tahun. Kondisi itu membuat hampir 25.000 ibu hamil dan menyusui membutuhkan bantuan gizi mendesak. Para dokter menegaskan angka keguguran di Gaza meningkat dan berpotensi terus bertambah jika kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi warga sipil tidak segera terpenuhi.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)