Dokter Palestina Menghidupkan Kembali Kasus Pembunuhan Israel atas Tiga Putrinya pada Serangan Gaza

Seorang dokter Palestina mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel pada Senin (14/11) untuk kompensasi atas pembunuhan tiga putri dan keponakannya dalam serangan Israel di Gaza pada 2009.

Israel telah lama mengakui bahwa salah satu tanknya membunuh empat orang selama serangan tiga minggu terhadap militan Palestina. Namun, Pengadilan Tinggi Israel pada 2018 mengatakan bahwa kematian putri Izzeldin Abuelaish, yaitu Mayar (15), Aya (13), dan Bessan (21), juga keponakannya Nour (14), merupakan imbas dari “tindakan perang”, dengan demikian melindungi negara dari tuntutan ganti rugi.

“Saya berharap para hakim akan berpihak pada kebenaran dan keadilan dan membantu saya mencapai keadilan untuk putri dan keponakan saya,” kata Abuelaish kepada Reuters. Pengacara untuk Abuelaish mengatakan bahwa kasus ini harus dapat dilihat sebagai kriminalitas atas kelalaian militer.

Mahkamah mengatakan akan mengumumkan keputusannya di kemudian hari, yang tidak ditentukan, atas banding Abuelaish terhadap putusan 2018.

Sumber :

https://www.middleeastmonitor.com/20211115-palestinian-doctor-revives-case-against-israel-over-daughters-killed-in-gaza/

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Klik disini untuk pilihan program donasi.

Leave a Reply