Desa-desa Menjadi Target Serangan dan Pencurian Lahan

Desa-desa di Palestina menjadi target serangan dan pencurian lahan oleh pemukim ilegal. Desa kecil Palestina di Kisan yang terletak di atas perbukitan terjal dan indah di Tepi Barat yang diduduki, telah menghadapi pencurian tanah dan serangan pemukim Zionis yang intensif dalam beberapa bulan terakhir.
Kisan, terletak sekitar 18 km (11 mil) di selatan Betlehem, dikelilingi oleh beberapa permukiman ilegal dan pos terdepan Zionis Israel, termasuk Ma’ale Amos, Mizpe Shalem, dan Abei Hanahal. Semua permukiman ilegal ini dibangun di atas lahan pribadi yang luas yang dirampas dari pemilik Palestina.

Beberapa minggu yang lalu, Zionis mengumumkan akan menyita ratusan hektar tanah desa yang terletak di tenggara, untuk diubah menjadi “cagar alam”, menurut Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman.

Baca juga: Petani Palestina Diserang oleh Pemukim Zionis selama Panen Zaitun

Pada Mei lalu, media lokal melaporkan desa itu diberitahu oleh tentara Zionis bahwa unit permukiman baru akan dibangun di tanah sebelah barat desa, setelah itu pemukim mulai meratakan tanah. Pada akhir Juni, penduduk melaporkan 20 rumah mobil (karavan) didirikan di daerah itu dan mengambil tanah penduduk Palestina lebih dari 50 dunam (5 hektar).

Sebanyak 600 penduduk kota juga hampir setiap hari mengalami kekerasan di tangan pemukim Zionis yang tinggal di dekatnya. Sejumlah anak terluka di jalan akibat ulah pemukim yang sengaja menargetkan mereka. Pemukim menuduh anak-anak Palestina melempari mereka dengan batu, menurut media Zionis.

“Perjalanan ke sekolah dan pulang, sangat menakutkan karena selalu ada masalah,” kata seorang anak sekolah, Muhammad Ata Abiat, kepada Al-Jazeera.

Dari balkon, seorang perempuan penduduk Kisan, Layla Ghazzal, melihat ke bawah ke lembah, pos terdepan Abei Hanahal dapat dilihat di puncak bukit berikutnya. Keluarganya, termasuk 10 anak berusia lima hingga 25 tahun, telah mengalami kekerasan para pemukim yang turun dari pos terdepan.

Ia bercerita bahwa tahun lalu putranya, Muhammad (20), diserang oleh empat orang pemukim saat akan bekerja di lokasi konstruksi pada malam hari.

“Mereka mencoba menikam kepalanya dan ketika ia mengangkat lengannya untuk menangkis serangan, lengannya disayat hingga harus menerima jahitan,” lanjutnya, “Sekitar waktu yang sama, anak laki-laki lain, Bilal Said, 16 tahun, ditabrak oleh mobil pemukim hingga kakinya patah.”

Baca juga: Pemukim Yahudi Mengambil Alih Apartemen Palestina di Silwan

Menurut laporan kemanusiaan terbaru dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sejak 7 September, ada 11 serangan pemukim Zionis terhadap warga sipil Palestina. Sejauh ini pada 2021 telah terjadi 290 serangan pemukim terhadap warga Palestina yang mengakibatkan kerusakan harta benda dan 93 serangan yang mengakibatkan korban jiwa.

Pada awal September, pemukim dari Abei Hanahal mencabut 50 bibit zaitun, kata penduduk Kisan. Kekerasan pemukim juga terjadi kepada warga Palestina yang mencoba merawat ladang pertanian mereka.

Sebulan yang lalu, para pemukim menyerang salah satu petani, Hussein Abiat dan putra-putranya saat mereka memeriksa sebidang tanah yang mereka sewa dari pemilik Palestina untuk ditanami.

“Mereka dipukuli di kepala, lengan, dan kaki mereka, menyebabkan pendarahan dan patah tulang hingga harus dibawa ke rumah sakit dab ditahan selama lima hari,” kata Ahmed kepada Al-Jazeera.

Sumber : Aljazeera

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Leave a Reply