Syekh Ikrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsa, memperingatkan adanya “eskalasi berbahaya” yang menargetkan kompleks suci tersebut. Ancaman ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari politisi sayap kanan Israel dan kelompok ekstremis Yahudi untuk memperluas aksi penyerbuan pemukim ke Al-Aqsa pada pertengahan Mei.
Dalam pernyataannya pada Selasa (6/05), Syekh Sabri yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tinggi Islam di Al-Quds (Yerusalem) mengatakan bahwa penyerbuan berulang oleh pemukim, pengibaran bendera Israel di sekitar kompleks masjid, serta upaya mengubah status quo sejarah dan hukum Al-Aqsa merupakan bagian dari “proyek yahudisasi sistematis” yang mendapat dukungan pemerintah Israel saat ini.
Peringatan tersebut muncul setelah media Israel melaporkan bahwa 13 anggota Knesset, termasuk menteri dan anggota dari Partai Likud serta blok zionisme religius, mengajukan sebuah petisi. Petisi tersebut mencakup agar pemukim Yahudi memperoleh izin memasuki Al-Aqsa pada Jumat, 15 Mei, bertepatan dengan peringatan “Hari Yerusalem” versi Israel.
Petisi itu meminta polisi Israel membuka kawasan yang mereka sebut “Temple Mount” bagi pengunjung Yahudi. Mereka tetap mengajukan permintaan meskipun “Hari Yerusalem” jatuh pada hari Jumat, yang biasanya menjadi hari larangan penyerbuan pemukim. Jika mendapat penolakan, mereka mengusulkan pembukaan akses pada Kamis malam sebelumnya.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, juga memimpin upaya perubahan status quo di Al-Aqsa. Sementara itu, polisi Israel juga memperpanjang jam kunjungan pemukim dan mengizinkan masuknya materi doa tertulis ke dalam kompleks.
Kelompok Palestina memperingatkan bahwa langkah tersebut bertujuan menerapkan pembagian ruang dan waktu di Al-Aqsa. Kondisi tersebut mirip seperti yang terjadi di Masjid Ibrahimi, Al-Khalil. Mereka pun menyerukan peningkatan kehadiran umat Islam, khususnya saat salat Jumat, untuk menjaga identitas religius dan historis Masjid Al-Aqsa.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)