Kantor HAM PBB pada Rabu mendesak Israel untuk segera dan tanpa syarat membebaskan dua anggota armada kemanusiaan Global Sumud, Saif Abu Keshek dan Thiago de Avila. Keduanya telah Israel tahan di laut internasional dan hingga kini masih mereka tahan tanpa dakwaan.
Juru bicara HAM PBB, Thameen Al-Kheetan, menegaskan bahwa menunjukkan solidaritas dan berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza bukanlah tindakan kriminal. Ia juga meminta penyelidikan atas dugaan perlakuan buruk yang kedua aktivis alami selama penahanan. Selain itu, mereka juga menuntut pihak yang bertanggung jawab agar diadili.
PBB turut mengecam praktik penahanan sewenang-wenang dan penggunaan undang-undang terorisme secara luas oleh Israel. Mereka menilai tindakan tersebut bertentangan dengan hukum HAM internasional. Selain itu, PBB kembali menyerukan berakhirnya blokade terhadap Gaza dan bantuan kemanusiaan mendapatkan izin masuk tanpa hambatan.
Misi Global Sumud Spring 2026 yang bertujuan menembus blokade Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan telah pasukan Israel cegat pada 29 April di dekat Kreta, Yunani. Armada tersebut Israel serang di perairan internasional saat berada sekitar 600 mil laut dari Gaza.
Sebanyak 177 aktivis telah Israel tahan dan mengalami perlakuan buruk. Abu Keshek dan Thiago de Avila termasuk yang tidak Israel bebaskan dan mereka mengalami kekerasan fisik serta ancaman pembunuhan selama interogasi.
Sejak 2007, Israel memberlakukan blokade ketat terhadap Gaza. Agresi Israel sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)