Otoritas Israel memerintahkan pembongkaran hampir 50 toko dan fasilitas komersial di kota Palestina Al-Eizariya, tenggara Al-Quds bagian timur. Tindakan ini merupakan bagian dari langkah yang terkait dengan proyek permukiman kontroversial E1.
Pemerintah Al-Quds (Yerusalem) menyatakan sekitar 50 warga Palestina telah mendapat pemberitahuan lisan untuk mengosongkan usaha mereka di kawasan Al-Mashtal sebelum Minggu pagi. Jika tidak patuh, bangunan beserta isinya akan Israel hancurkan.
Menurut pejabat Palestina, langkah ini bertujuan membuka jalan bagi proyek permukiman E1. Permukiman itu akan menghubungkan blok permukiman ilegal Maale Adumim dengan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Proyek tersebut mereka nilai dapat memecah Tepi Barat menjadi wilayah utara dan selatan, sekaligus mengisolasi sejumlah komunitas Palestina.
Baca juga : “Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi“
Otoritas lokal juga menyebut proyek itu mencakup pembangunan jalan terpisah, terowongan, dan infrastruktur berbeda bagi warga Palestina dan pemukim Israel. Proyek E1 telah lama menuai kritik internasional karena menghambat kesinambungan wilayah bagi negara Palestina di masa depan. Menurut data Palestina, rencana induk proyek ini telah Israel setujui sejak 1999 di atas sekitar 12.000 dunam (1.200 ha) tanah Palestina yang mereka sita.
Pekan lalu, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan bahwa Israel melakukan 37 operasi pembongkaran di Tepi Barat selama April, menargetkan 78 bangunan Palestina, termasuk rumah dan fasilitas pertanian.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)