Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengeluarkan peringatan keras terkait rencana otoritas Israel untuk menutup dan menyita Kampus Pelatihan Vokasi Qalandia UNRWA di Tepi Barat. Langkah ini berpotensi memutus akses vital terhadap pendidikan dan keterampilan kerja bagi ribuan pemuda pengungsi Palestina.
Direktur UNRWA untuk Tepi Barat, Roland Friedrich, menjelaskan bahwa kampus ini merupakan lembaga pelatihan vokasi pertama yang berdiri UNRWA lebih dari 70 tahun lalu. Selain itu, kampus tersebut telah meluluskan ribuan pengungsi Palestina yang kemudian bekerja di berbagai sektor lokal maupun regional. Setiap tahun, ratusan mahasiswa pengungsi juga menerima pendidikan vokasi secara gratis.
Baca juga: “PBB Peringatkan Gaza Terancam Kelaparan, 10 Persen Warga Hampir Memasuki Fase Kelaparan”
Sementara itu, ancaman penutupan Kampus Pelatihan UNRWA di Qalandia terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Friedrich, pasukan Israel telah menggerebek kampus itu sebanyak lima kali sepanjang 2026. Penggerebekan terbaru terjadi pada 27 Juli. Saat itu, tentara Israel menahan sekitar 80 mahasiswa dan 45 pegawai tanpa memberikan pemberitahuan resmi. Tindakan tersebut juga melanggar hak istimewa serta kekebalan yang dimiliki badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ancaman penutupan Kampus Pelatihan UNRWA di Qalandia muncul setelah parlemen Israel mengesahkan dua undang-undang pada Oktober 2024. Aturan tersebut melarang aktivitas UNRWA di wilayah yang mereka klaim berada di bawah kedaulatan Israel serta membatasi hubungan resmi dengan badan PBB tersebut.
Oleh karena itu, ancaman penutupan Kampus Pelatihan UNRWA di Qalandia diperkirakan akan memperburuk kondisi pendidikan, keterampilan kerja, dan masa depan pengungsi Palestina. Hingga kini, UNRWA terus menyerukan perlindungan terhadap lembaga pendidikan dan meminta Israel menghormati mandat yang Majelis Umum PBB berikan.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)