YOGYAKARTA – Adara Relief International turut menyuarakan solidaritas untuk Palestina dalam aksi Run for Palestine Yogyakarta, pada Ahad (25/10). Direktur Utama Adara, Maryam Rachmayani, hadir sebagai orator dalam aksi yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Sejak pagi, sekitar 1.000 peserta memadati Yogya untuk mengikuti kegiatan lari yang berakhir di Titik Nol Kilometer. Mereka mengenakan kaus dengan motif keffiyeh yang menjadi simbol solidaritas terhadap keteguhan rakyat Palestina. Tua-muda turut serta meramaikan kegiatan ini.
Selanjutnya, berlangsung aksi solidaritas bertajuk “Aksi Akbar Jogja Istimewa untuk Palestina”. Orasi dan penampilan musik turut meramaikan aksi ini. Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas turut menyampaikan orasinya untuk Palestina.
Belajar dari Keteguhan Rakyat Gaza
Dalam orasinya, Maryam mengajak peserta melihat lebih dekat penderitaan warga Gaza di tengah genosida. Ia membagikan kisah seorang anak yang kehilangan ayah, ibu, dan empat saudaranya akibat serangan yang menghancurkan rumah keluarganya.
Maryam juga menceritakan pengalaman seorang ibu yang harus berpindah-pindah tempat untuk mengungsi. Selama berbulan-bulan, perempuan tersebut menghadapi keterbatasan air dan kebutuhan dasar.
Selain kehilangan anggota keluarga, warga Gaza juga menghadapi kelaparan, kehancuran tempat tinggal, dan keterbatasan layanan kesehatan.
Di tengah berbagai kehilangan tersebut, Maryam menyoroti keteguhan warga Gaza dalam menghadapi ujian. Ia mengajak masyarakat Indonesia belajar dari kedekatan mereka dengan Al-Qur’an, yang menjadi sumber kekuatan di tengah penderitaan.
Menurut Maryam, solidaritas untuk Palestina tidak cukup berhenti pada rasa iba. Masyarakat juga perlu memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an dan mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata.
“Masya Allah, Al-Quran menjadi kekuatan orang-orang di Gaza. Teladanilah mereka. Ketika kita mendapat ujian itu tidak ada nilainya dibanding ujian-ujian yang dihadapi oleh orang Gaza. Al-Qur’an menjadi kunci utamanya,” tegas Maryam.

Melalui aksi Run for Palestine Yogyakarta, masyarakat kembali menunjukkan bahwa Palestina tetap menjadi perhatian bersama. Kehadiran pemuda, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat turut memperkuat ruang solidaritas Yogya untuk rakyat Palestina.
Maryam turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Yogyakarta yang berkumpul untuk menyuarakan kepedulian terhadap Palestina.
“Semoga acara ini bisa berjalan di beberapa kota besar lainnya,” ungkap Maryam.
Melalui kolaborasi dan kepedulian yang berkelanjutan, harapannya masyarakat Indonesia dapat terus menyuarakan Palestina sekaligus menjaga perhatian publik terhadap kondisi warga Gaza.







