Situasi di Al-Quds bagian timur yang diduduki terus memburuk sepanjang Agustus 2026. Gubernur Al-Quds mencatat berbagai pelanggaran terhadap warga Palestina, tempat ibadah, dan tanah mereka. Selama Agustus, pasukan Israel membunuh dua warga Palestina dan melukai 83 lainnya. Otoritas Israel juga menangkap 114 warga Palestina, termasuk lima anak dan seorang perempuan.
Selain itu, 40 operasi pembongkaran dan penggusuran berlangsung di berbagai wilayah. Otoritas Israel mengeluarkan 86 pemberitahuan dan perintah terkait pembongkaran, penggusuran, serta penyitaan properti. Pada saat yang sama, laju perluasan kolonisasi terus Israel genjot dengan menerbitkan 13 rencana proyek permukiman baru yang mencakup pembangunan 1.240 unit rumah bagi pemukim.
Kompleks Masjid Al-Aqsa menghadapi tekanan paling masif akibat gelombang serbuan pemukim ekstremis. Selama Agustus, sebanyak 5.209 pemukim memasuki kompleks masjid suci tersebut, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada 13 Agustus yang mencatatkan 751 orang masuk dalam satu hari. Peningkatan eskalasi ini bertepatan dengan persiapan menjelang rangkaian hari raya keagamaan Yahudi.
Baca juga: Ben Gvir Kembali Serbu Al-Aqsa Jelang Pemilu Israel
Kepala Dewan Islam Tertinggi Al-Quds, Syekh Ekrima Sabri, mengeluarkan peringatan keras bahwa situasi di Masjid Al-Aqsa kini berada dalam salah satu fase paling berbahaya. Menurut Syekh Sabri, ancaman serius tidak hanya terletak pada lonjakan jumlah penyusup, melainkan pada upaya terstruktur kelompok ekstremis untuk memaksakan pelaksanaan ritual keagamaan baru di dalam area kompleks.
Syekh Sabri mengatakan bahwa hari raya Yahudi semakin sering kelompok ekstremis manfaatkan untuk meningkatkan tekanan di Al-Quds (Yerusalem). Menurutnya, tindakan tersebut bertujuan menciptakan fakta baru di kompleks Al-Aqsa. Seluruh rangkaian pelanggaran ini, mulai dari pembatasan fisik, penggusuran, hingga provokasi di situs suci, bukan merupakan insiden terpisah, melainkan bagian dari agenda bertahap untuk mengubah identitas dan status quo Al-Quds secara permanen.
Sumber: Palinfo








