UNRWA di Qalandia kembali menjadi sasaran operasi militer Israel. Pasukan Israel menggerebek pusat pelatihan UNRWA di Qalandia, utara Al-Quds bagian timur yang diduduki, pada Senin (27/7). Mereka menyandera staf pengajar dan administrasi di dalam salah satu aula gedung.
Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) menyatakan pasukan Israel juga menembakkan gas air mata saat memasuki kompleks UNRWA di Qalandia. Selain itu, tentara naik ke atap gedung komite lokal kamp pengungsi tersebut.
Sebelumnya, pasukan Israel menggelar operasi semalam penuh di Kamp Pengungsi Qalandia. Mereka menyebar ke sejumlah lingkungan dan menembakkan granat kejut serta gas air mata dalam jumlah besar. Akibatnya, terjadi kebakaran di lokasi tersebut.
Penggerebekan ini berlangsung sekitar enam pekan setelah Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan rencana Israel untuk merobohkan pusat pelatihan UNRWA di Qalandia. Pada 11 Juni, otoritas kota Israel disebut mengajukan pembangunan kompleks pendidikan baru di atas lahan milik pusat tersebut.
Menurut UNRWA, pusat pelatihan itu melayani sekitar 350 pelajar berusia 15 hingga 19 tahun. Pemerintah Yordania menyerahkan lahan tersebut kepada badan PBB itu sebelum Israel menduduki Tepi Barat pada 1967.
Pihak Palestina menilai langkah terhadap UNRWA di Qalandia merupakan bagian dari upaya memperluas pendudukan Israel di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Mereka juga menegaskan bahwa Israel berupaya melemahkan lembaga Palestina dan internasional yang masih beroperasi di kota itu.
Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat otoritas Israel telah melakukan 341 pembongkaran selama paruh pertama tahun ini. Tindakan tersebut menghancurkan 740 bangunan milik warga Palestina dan berdampak pada sedikitnya 923 orang.








