Kondisi tragis penjara Israel kembali menjadi sorotan setelah jurnalis Palestina Mujahid Bani Mufleh muncul dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Kondisi tragis penjara Israel terlihat jelas dari foto terbaru Bani Mufleh usai menjalani enam bulan penahanan tanpa dakwaan.
Masyarakat Tawanan Palestina menyatakan bahwa kondisi tragis penjara Israel mencerminkan pola pelanggaran yang terus berlangsung. Menurut mereka, penjara Israel telah berubah menjadi alat pembunuhan perlahan terhadap tawanan Palestina.
Pada Rabu (23/6), Bani Mufleh membagikan fotonya setelah menjalani perawatan panjang akibat penyakit yang ia derita selama penahanan. Foto tersebut menunjukkan sebagian tulang tengkoraknya telah diangkat melalui operasi. Selain itu, berat badannya turun drastis. Wajahnya tampak pucat dan sulit dikenali.
Baca juga: “Perjalanan Peneliti Gaza Berakhir di Penjara Israel”
Lebih lanjut, organisasi tersebut menegaskan bahwa kasus Bani Mufleh bukanlah kejadian tunggal. Sebaliknya, kasus itu menggambarkan ribuan tawanan yang mengalami penyiksaan, kelaparan, penolakan layanan medis, serta kekerasan fisik dan psikologis. Kondisi tragis di penjara Israel ini terus menimbulkan kekhawatiran berbagai kelompok hak asasi manusia.
Organisasi pembela tawanan juga memantau ratusan warga Palestina yang dibebaskan dalam kondisi kesehatan dan mental yang serius. Namun, banyak keluarga memilih diam karena takut penangkapan kembali.
Israel menahan Bani Mufleh, warga Beita di Nablus, pada Juni 2025 melalui skema penahanan administratif. Kemudian, Israel membebaskannya pada Januari 2026. Dua hari setelah bebas, ia mengalami pendarahan otak parah dan segera menjalani perawatan intensif. Hingga kini, ia masih membutuhkan pengobatan yang panjang dan rumit.
Sementara itu, organisasi tersebut menyebut kondisi tragis penjara Israel semakin memburuk sejak Oktober 2023. Hingga kini, Israel telah menangkap 245 jurnalis Palestina.








